Yummy App, Aplikasi Masak Menakjubkan, Pendamping Ibu untuk Tumbuh Kembang Anak yang Optimal



Tiap anak yang lahir akan menghadirkan kisah tersendiri. Bersama dengan tumbuh kembangnya, akan ada cerita, tawa, bahagia dan pengalaman yang tak akan terulang. Oleh karenanya setiap orang tua utamanya seorang ibu akan selalu berusaha memberikan hal-hal terbaik termasuk makanan yang baik, bergizi dan pastinya disukai oleh anak. Semuanya demi mendukung tumbuh kembangnya. Sehingga anak tumbuh sehat, ceria, cerdas dan penuh kebahagiaan. Dan yang tak kalah pentingnya, adalah bebas dari stunting. Dan ini kisah saya bersama tiga buah hati saya yang makin ceria sejak saya berikan menu-menu variatif yang  saya temukan di aplikasi Yummy App.

Saya melahirkan anak pertama pada tahun 2011, lalu anak kedua di tahun 2014 dan si kecil yang lahir tahun lalu. Punya tiga anak yang sedang berada pada masa pertumbuhan membuat saya harus cerdas-cerdas menyiasati menu-menu makanan bagi ketiganya. Karena ketiga anak saya memiliki selera yang berbeda, bentuk fisik yang beda dan tentunya penanganan yang berbeda pula. Pusing? Ya kadang pusing juga. Selain mengasuh ketiganya, saya juga tidak punya ART. Di samping itu saya juga bekerja sebagai penulis serta bekerja di sebuah UKM yang syukurnya berada dekat dengan rumah saya.

Makin pusing lagi jika anak-anak sudah bosan dengan menu yang itu-itu saja. Alhasil saya harus cari akal mencari menu-menu yang variatif dan tentunya disukai oleh mereka. Dulu  ketika melahirkan anak pertama, cukup sulit mencari resep-resep yang sesuai untuk tumbuh kembangnya. Saya sampai harus membeli buku-buku resep yang tentunya resepnya tidak up to date, sehingga setelah mencoba semua resepnya, si kecil kembali ingin mencoba menu yang lain. Bersyukur sekarang saya menemukan sebuah aplikasi yang memenuhi semua keinginan saya untuk mencari resep plus tentunya selalu up to date.

Ya, yang namanya ibu-ibu itu paling sedih ketika buah hatinya ogah makan. Kekhawatiran sang anak mengalami stunting atau keterlambatan tumbuh kembang tentu menjadi hal yang sangat dihindari. Belum lagi jika bertemu dengan orang yang punya hobi membandingkan. Seperti pengalaman saya beberapa tahun yang lalu. Saat itu saya bertemu dengan seorang teman lama dan anaknya. Usia anak kami hanya terpaut sekitar 3 bulan dimana anaknya lebih tua dari anak saya. Lalu di akhir pertemuan dia menyatakan keheranannya bahwa anaknya besar dan anak saya lebih kecil dari anaknya. Saya cuma tersenyum dan tidak menanggapi. Percuma karena kalau dijelaskan bisa panjang kali lebar. 

Tentunya banyak faktor yang menjadikan anak tumbuh besar atau memiliki ukuran tubuh besar, sedang dan kecil. Mulai dari faktor keturunan walaupun pengaruhnya memiliki persentase yang berbeda-beda berdasarkan berbagai penelitian, faktor lingkungan yang meliputi nutrisi, kecukupan tidur atau bisa dibilang pola hidup hingga masih banyak lagi.

Anak pertama saya memang terlahir dengan berat badan yang pas-pasan karena saya sulit makan ketika masa kehamilan. Tetapi dalam pertumbuhannya, tinggi badannya selalu masuk ke dalam kurva normal. Sehingga saya tak pernah mencemaskannya. Ditambah lagi si sulung jarang sakit, ceria dan bisa mengikuti pelajaran dengan sangat baik di sekolahnya. Saya pun terbebas dari kekhwatiran bahwa anak saya mengalami stunting.

Demikian pula dengan anak kedua saya. Saya memang sangat jarang membandingkan anak-anak saya dengan anak-anak yang lain. Saya memantau tumbuh kembang mereka dengan berpatokan pada kurva tumbuh kembang dan bersyukur mereka selalu masuk ke dalam kurva normal dan tidak mengalami delay pada masa tumbuh kembangnya. Hanya saja ya itu, kitanya harus cerdas memilih dan menyiasati menu si kecil agar mereka tetap mau makan dan mengkonsumsi makanan yang kita buatkan.


Bersama anak-anak

Masalah stunting memang menjadi hal yang tak bisa disepelekan. Stunting ini tidak semerta-merta berpatokan pada anak yang memiliki tinggi dan berat tubuh di bawah rata-rata tetapi juga memiliki perkembangan yang terganggu. Di masa dewasanya, kondisi stunting di masa pertumbuhan juga akan meningkatkan risiko terhadap beberapa penyakit tertentu.


Mengenal Stunting


Penyebab stunting cukup kompleks dan beragam. Tetapi faktor penentu memang ada di 1000 hari pertama kehidupan seorang anak. 1000 hari pertama itu meliputi 270 hari kehamilan dan 730 hari pada dua tahun pertama kehidupan seorang anak. Nah pada dasarnya menyiapkan asupan gizi untuk mencegah stunting mulai dilakukan dari awal kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode inilah yang disebut periode emas dalam kehidupan seorang anak.

Tetapi tugas kita sebagai orang tua untuk memberi asupan makanan yang baik tak berhenti hingga di 1000 hari ini saja. Dalam masa-masa selanjutnya pun kita harus tetap memperhatikan asupan makanan yang diberikan kepada buah hati kita.

Lebih jauh tentang stunting, berikut penyebab stunting secara umum terlihat dari gambar yang dilansir dari IndonesiaBaik.id berikut :

Penyebab Stunting

Ada beberapa ciri-ciri stunting yang bisa kita lihat dari seorang anak. Hal ini bisa terlihat dari gambar berikut :

Ciri-ciri Stunting

Indonesia memiliki kasus stunting yang cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan data dari riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2019, angka stunting di Indonesia masih mencapai 30,8 % yang artinya satu dari tiga balita mengalami stunting. Sementara target dari organisasi kesehatan dunia WHO, angka stunting ini tidak boleh melebihi 20%. Jika masalah ini tidak ditangani dengan serius, dikhawatirkan Indonesia bisa mengalami “Lost Generation” atau hilangnya generasi penerus bangsa!

Fakta tentang Stunting di Indonesia
(Sumber : online.sonysugemacollege.com)

Pada gambar tersebut terlihat bahwa untuk wilayah Asia Tenggara, Indonesia bahkan memiliki angka stunting tertinggi. Bahkan Indonesia masuk top five di dunia. Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang komprehensif untuk mengurangi angka stunting. Stunting dalam jangka panjang memiliki dampak yang jauh lebih berbahaya daripada sekedar gagal tumbuh atau memiliki tubuh yang lebih kecil daripada seharusnya. 

Dampak itu meliputi :

Dampak Stunting 

Sebagai orang tua, kita tentunya tak ingin anak-anak kita mengalami stunting. Untuk mencegah hal tersebut, kita bisa melakukan beberapa hal seperti berikut ini :

Memperkaya wawasan tentang jenis bahan makanan yang berbahaya bagi tumbuh kembang anak
Sering memperhatikan kandungan makanan yang ada di kemasan makanan siap saji seperti snack, es krim dan coklat ? disana kita bisa menjumpai begitu banyak istilah – istilah kimia mulai dari perasa, pewarna, pemanis hingga penggumpal, pelarut dan berbagai istilah kimia yang bisa jadi tidak kita ketahui fungsinya.

Sesekali mengkonsumsi makanan tersebut dalam porsi kecil tentu boleh – boleh saja. Tetapi manakala makanan dengan kandungan zat gizi yang belum tentu memenuhi kebutuhan tubuh kita tersebut terus – terusan dikonsumsi apalagi jika sampai menggantikan makanan utama, tentunya bukanlah pilihan yang bijak, apalagi bagi anak – anak.

Walaupun makanan – makanan tersebut terasa sangat lezat, namun makanan tersebut memiliki efek yang tak selezat rasanya.  Selain itu makanan yang diolah dengan cara yang tidak sehat pun berpotensi buruk bagi tubuh. Makanan yang menggunakan Bahan Tambahan Pangan (BTP) di luar batas yang dianjurkan juga harus diwaspadai. Untuk menyiasati hal ini, kita bisa menyiapkan cemilan sehat bagi keluarga dan mengajarkan anak – anak untuk memilih jajanan yang sehat bagi mereka.

Ilustrasi cemilan dengan pewarna
(Sumber : pexels.com)

Kurangi konsumsi gula dan garam
Nah, untuk konsumsi gula dan garam, kita bisa berpatokan dengan memperhatikan batasan GGL (Gula, Garam, Lemak) harian berikut ini :
GULA 50 gram (4 sendok makan)
GARAM 5 gram (1 sendok teh)
LEMAK 67 gram (5 sendok makan minyak)
Rumusannya adalah : G4 G1 L5

Ilustrasi Garam
(Sumber : pexels.com)

Kreatif dalam menyajikan makanan sehat untuk keluarga


Lahap dengan homemade food

Makanan sehat tak melulu identik dengan yang mahal. Selama makanan tersebut mengikuti pedoman untuk memenuhi kebutuhan gizi maka kita tidak perlu khawatir tentang pemenuhan gizi bagi diri sendiri maupun keluarga. Yang penting adalah kreativitas dalam menyajikannya. Untuk itu, kita bisa mencari resep-resep yang spesial di aplikasi yang menurut saya wajib diunduh oleh seluruh ibu di Indonesia. Apa itu?

Yup, seperti cerita saya di awal tadi. Sejak saya mengenal Yummy App, saya langsung jatuh cinta. Ibarat telah menemukan belahan jiwa, saya pun jatuh cinta pada pandangan pertama. Tentu ada beberapa alasan yang membuat saya jatuh cinta, 
ini dia alasannya :



Tampilan Yummy App memiliki tampilan yang menarik, dengan warna putih didominasi oranye muda yang menggugah untuk terus melihat menu-menu dan fitur-fitur yang tersemat di dalamnya.


Contoh tampilan Yummy App


Kita juga akan langsung disuguhi dengan resep yang sedang jadi trend, event dan promosi lalu ada akun official chef dengan halamannya masing-masing. Selanjutnya ada beberapa kategori yang bisa kita pilih. Tak lupa pula makanan penjaga imunitas agar kesehatan kita tetap terjaga di masa pandemi corona ini. Dan yang tak kalah serunya, ada pula menu sahur dan resep terbaru. Biasanya kita akan melanjutkan puasa di bulan Ramadan dengan puasa Syawal selama enam hari. Nah, kita bisa melihat inspirasi menu sahur juga lho.


Selanjutnya adalah,



Wow, saya pikir ini sebuah terobosan dari sebuah aplikasi resep masakan yang amazing. Kamu tahu kan, kalau selama ini biasanya ketika kita ingin masak sesuatu, katakanlah kita ingin membuat cemilan, lalu kita search resepnya, kita melihat resepnya, mencatat bahan, melihat bahan yang ada di lemari bahan kita. Lalu jika ternyata kurang, kita harus keluar rumah untuk membelinya. 

Cukup ribet apalagi di masa dimana kita diminta mengurangi aktivitas di tempat umum untuk menghindari penyebaran virus corona. Nah, fitur ini akan menjawab kebingungan kita. Cukup masukkan bahan yang ada, nanti akan tersedia pilihan resep yang sesuai dengan bahan yang kita miliki.

Untuk lengkapnya, ini langkah-langkahnya :



Saya sendiri telah mencoba membuat makanan favorit keluarga saya. Tinggal input bahan masakan yang kita miliki di rumah, lalu lihat rekomendasi resep yang ada, selanjutnya tinggal berkreasi dan...makanan lezat pun tersedia. 


Video Pembuatan Cemilan Lezat bersama Yummy App

Lalu ini dia yang membuat makin keren,


Yuhu, siapa yang tidak suka dengan tambahan uang belanja? Kalau saya sih suka, pakai banget. Caranya gampang lho. Kita cukup masuk ke menu komunitas, lalu tekan menu buat resep, tulis resep andalan kita yang oke punya dan setiap resep yang terpublish, maka kita akan mendapatkan uang tunai. Semakin banyak resep yang terpublish, makin besar deh uang yang akan kita dapatkan.

Ini dia langkah-langkahnya :



Selanjutnya Yummy App memiliki fitur lain yang juga tak kalah serunya. Ini dia,



Akhir bulan, uang belanja menipis, tapi ingin tetap makan enak. Kini kita tidak perlu pusing lagi. Apalagi bagi ibu yang punya tiga buah hati seperti saya. Dimana walaupun uang belanja menipis, tapi tetap ingin menyajikan sesuatu yang spesial, maka kita tinggal masuk ke aplikasi Yummy App. Cari resep masakan di kolom “Pencarian” yang ada di “Home Page”, lalu tekan tombol “Filter resep” yang ada di bawah. Kita tinggal memilih yang sesuai dengna budget harga yang kita miliki. Dan rekomendasi resep akan tersedia. Amazing bukan?

Ini dia langkah-langkahnya :


Tak kalah istimewanya, app ini memiliki fitur :


Bagi kita yang suka dengan hal-hal yang menjadi trending terutama dalam dunia kuliner termasuk untuk mencobanya, maka kita wajib punya aplikasi ini. Ya, karena resep-resep yang tengah jadi trending juga tersedia disini. Dan tentunya teruji. Jadi ketimbang searching sana, searching sini, untuk memilih resep yang oke punya, cus langsung ke aplikasi ini saja.

selanjutnya  ada,


Aih, maksudnya apa ya ini? Di Yummy App, ketika kita menemukan sebuah resep, akan terdapat pula informasi berapa lama perkiraan waktu memasaknya, hasilnya jadi untuk berapa porsi, perkiraan budget yang harus dikeluarkan plus ada gambar atau video demonya juga. Jadi bagi yang ahli ataupun pemula, akan sangat terbantu karena bisa memperkirakan tingkat kesulitan dari sebuah menu.

Dan ini dia yang juga bikin saya dan tentunya kamu makin jatuh cinta sama app ini,



Di masa dimana kita harus menghabiskan banyak waktu di rumah ini, mengikuti event atau mendapatkan promosi menarik tentu menjadi hal yang menyenangkan. Diantaranya yang masih berlangsung adalah Publish 5 Resep Dengan tema Lebaran yang berlangsung hingga 24 Mei 2020, Beri Rating “5” Kepada 20 Resep Komunitas yang berlangsung hingga 24 Mei 2020 dan masih banyak lagi tentunya event dan promosi keren yang akan diadakan oleh Yummy App. Sehingga kita akan terus mendapatkan banyak keuntungan dengan memiliki aplikasi ini di smartphone kita.

Untuk memilikinya, caranya sangat mudah. Kamu bisa langsung klik link ini.

Lalu tinggal ikuti langkah-langkah untuk mengunduh tentunya dengan cara yang juga tak kalah mudahnya.

Nah, untuk menu buah hati, tentunya tidak hanya menu utama saja ya. Agar tumbuh kembangnya optimal, kita juga bisa menambahkan cemilan dan makanan pendamping yang enak dan menunjang pertumbuhannya. Di Yummy App, semuanya tersedia dengan sangat lengkap. Tersedia ratusan resep dan akan terus bertambah, dengan tampilan yang sangat menggugah selera. Bagi kamu yang penasaran dan ingin berkenalan langsung dengan aplikasi yang keren ini, kamu bisa langsung ke masuk ke lamannya juga di sini.

Sementara bagi ibu yang saat ini sedang mengandung buah hati tercinta saat ini dan tidak ingin buah hati tercintanya mengalami stunting dimana kita harus memenuhi kebutuhan gizinya sejak dari dalam kandungan, di 270 hari pertama kehidupannya, kamu bisa cari tahu banyak hal juga di laman popmama ini.

Disini ada banyak informasi yang sangat bermanfaat bagi ibu yang sedang dalam masa kehamilan. Ibu hamil pun bisa menemukan aneka resep menarik tentunya di aplikasi Yummy App. Sehingga kita bisa memaksimalkan tumbuh kembang anak sejak dari masa kandungan, setelah melahirkan, dalam masa pertumbuhan sehingga anak tidak hanya tumbuh sesuai tahapannya, tapi juga cerdas dan kelak akan menjadi generasi penerus bangsa yang unggul.

Tampilan Popmama yang Keren 

Dengan tagline "A Parenting Guide for Millenial Mama", Popmama memang memiliki fitur-fitur yang sangat kita butuhkan. Ada info dan artikel lengkap tentang kehamilan, masa menyusui, untuk tumbuh kembang buah hati hingga yang tak kalah serunya, event dan contest dengan hadiah yang menarik. Pokoknya lengkap banget dan wajib jadi referensi dan sahabat baik bagi kita semua,para ibu milenial.

Ingin tumbuh kembang anak optimal bebas stunting? Hayuk miliki aplikasi Yummy App di smartphone kita dan tak lupa pula cari info menarik seputar ibu di laman popmama.

Tumbuh kembang anak optimal, bebas stunting dan rasa khawatir bersama Yummy App dan Popmama.