Langsung ke konten utama

Penjahit, Bukan Sekedar Profesi Biasa, Inspirasi Pekerjaan di saat Pandemi Corona


#Inspirasi Jadi Duit

Haloha, dalam bahasan kali ini, kita akan membahas tentang profesi dan kemampuan yang sangat menarik jika kita miliki. Apa itu? Yup, penjahit.



Ya, tentunya menjahit sendiri merupakan bagian dari dunia fashion desain. Walaupun seorang desainer pakaian memiliki sejumlah perbedaan mendasar dengan seorang penjahit tetapi kedua profesi ini masih berada di lingkup yang sama. Tentunya saya tak akan membahas masalah ini, tetapi saya lebih menyoroti kepada tingkat keberlangsungan profesi penjahit di tengah berbagai persoalan kehidupan termasuk pada situasi saat ini.

Yup, kita memang masih terus berjuang untuk menghadapi penyebaran virus corona yang masuk ke dalam kelompok virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19. Penyebarannya yang sangat cepat, masif dengan cepat menjangkau hingga ke 215 negara di dunia. Akibat virus berbentuk mahkota ini pula, sejumlah sektor menjadi lumpuh. Banyak perusahaan terpaksa memutuskan hubungan kerja dengan karyawannya. Ada pula yang merumahkan hingga jangka waktu yang belum ditentukan.



Dua hari yang lalu, saya melihat sebuah perusahaan yang merumahkan semua karyawannya, isak tangis antara karyawan tak terbendung. Mereka saling merangkul dan menangis bersama, saling menguatkan. Betapa sedih melihatnya. Saat itu saya membayangkan seandainya saya berada pada kondisi seperti itu. Bertahun-tahun bekerja, lalu menjelang lebaran, anak-anak akan memasuki tahun ajaran baru, dimana kebutuhan melonjak tinggi, dan harus menghadapi kenyataan bahwa harus kehilangan penghasilan dan belum tahu harus melakukan apa. Belum lagi cicilan yang masih harus dibayar serta segudang rembetan persoalan lainnya. Tak terbayangkan.

Jika tak ada tempat bersandar, tak ada Sang Khalik, tak ada iman dalam hati, tentunya dunia berasa berakhir sudah. Kita semua tak pernah membayangkan situasi seperti ini. Kita begitu bahagia memasuki tahun kembar, sebuah tahun cantik dimana hanya terjadi 100 tahun sekali, 1919, 1818, 1717...dan 2020, begitu cantik, tetapi ternyata mengandung ujian yang tak terperi. Sungguh ironis. Tetapi mau tak mau kita harus tetap berjuang, untuk kehidupan, untuk keluarga dan orang-orang yang kita sayangi.


Di tengah semua ujian ini, memiliki kemampuan yang bisa membuat kita tetap bertahan adalah sebuah jalan keluar yang baik.
Salah satunya adalah kemampuan menjahit. Ya tentu saja, profesi ini termasuk yang terdampak besar dari pandemi ini, tetapi di sisi lain memunculkan peluang penghasilan yang luar biasa pula. Ya, bisa jadi seorang penjahit akan mengalami penurunan penghasilan dari orang-orang yang menjahit pakaian mereka untuk keperluan pesta, acara selamatan, kenduri, wisuda, prewedding, wedding dan lain sebagainya, tetapi tetap ada peluang untuk menjahit baju seragam sekolah hingga tentunya, masker.



Masker kini menjadi kebutuhan primer bagi kita semua. Ada banyak jenis dan bentuk masker. Dan peluang ini jika dilihat dengan seksama, akan mendatangkan penghasilan yang lumayan besar.

Selain itu, menjahit menjadi sebuah kemampuan yang sangat menguntungkan jika kita miliki karena beberapa alasan, diantaranya :


Memiliki potensi penghasilan dari berbagai peluang usaha yang menjanjikan.

Selama manusia ada di muka bumi, selama itu pula mereka membutuhkan pakaian. Ya, pakaian adalah kebutuhan primer bagi kita. Jadi kemampuan ini akan terus dibutuhkan dan terus menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Apalagi jika kita kreatif membuat terobosan dalam bidang fashion sehingga bisa menghasilkan produk-produk inovatif yang tentunya dibutuhkan oleh orang banyak.
Sebut saja penjahit bantal karakter, penjahit baju boneka, penjahit celemek unik, penjahit dasi karakter, penjahit gamis cantik dan masih banyak lagi potensi besar dari kemampuan yang satu ini.


Bisa menekan biaya pengeluaran untuk hal-hal yang berhubungan dengan jahit-menjahit.


Jika kita tak ingin menjadikan profesi ini menjadi sumber utama penghasilan kita, kita tetap bisa kok mendapat keuntungan yang lumayan menghemat pengeluaran kita. Ya, minimal tidak harus pergi keluar untuk menjahit celana yang sobek kan? Apalagi di saat kita harus stay at home seperti ini.
Di lain waktu tentunya kita bisa berkreasi untuk menghasilkan sendiri pakaian yang sesuai selera kita. Selain membuat kita bisa tempil beda, tentunya akan menjadi ciri khas penampilan kita. Karena pakaian yang baik akan mencerminkan diri kita yang baik pula tentunya. Jadi penting banget menjaga pakaian kita karena hal tersebut adalah imej diri kita.


    Bisa dilakukan dari rumah, sehingga tak memerlukan tempat khusus.

Di saat kita harus banyak melakukan penghematan yang sangat luar biasa, memilih usaha yang mengharuskan kita menyewa tempat tambahan adalah sesuatu yang sangat berat tentunya. Tapi tidak dengan profesi yang satu ini. kita bisa melakukannya dari rumah. Space yang dibutuhkan pun tak terlalu besar. yang penting kita punya mesin jahit plus pernak-pernik seperti benang aneka warna, jarum jahit, kancing, pembuka benang dan segala macamnya.
Kita tinggal mengiklankan usaha kita melalui laman media sosial dengan contoh produk yang kita hasilkan sehingga bisa dikenal oleh orang banyak. pemasaran produk secara online tentunya menjadi pilihan yang baik terutama dalam situasi seperti saat ini ya.



  Bisa menjadi sumber penghasilan tambahan di luar penghasilan utama.

Jika kita ternyata telah memiliki sumber penghasilan lain, menjadi penjahit yang menjahit saat ada permintaan saja menjadi sebuah alternatif sumber penghasilan lain yang lumayan kan. Nah kuncinya tentu saja di pengaturan waktu. Bagaimana kita memanajemen waktu kita agar tetap bisa menjalankan berbagai usaha yang kita miliki.



Selanjutnya bagi yang ingin memiliki kemampuan ini, tentunya ada banyak tempat kursus baik yang bersertifikasi sehingga kita bisa sampai menempuh ujian negara berupa ujian kompetensi hingga kursus pribadi yang menjamin kita bisa menjahit misalnya dalam sekian kali pertemuan atau sekian bulan kursus.

Ditambah lagi kini banyak situs, blog dan website yang memberikan materi yang bisa kita jadikan referensi di dunia jahit-menjahit. Sehingga kemampuan menjahit kita akan terus terasah. Selain itu, lengkapi diri dengan kemampuan mengiklankan produk secara digital dan teruslah berinovasi agar tetap bisa bertahan. Pelajari pula cara membuat pembukuan yang sederhana, pasar yang kita tuju dan bagaimana melakukan bisnis secara profesional. Dan lakukan semuanya dengan penuh cinta dan semangat.



Jadi, mau menjadi penjahit profesional yang inovatif atau sekedar menjahit sendiri bajumu, kemampuan ini tetap bisa menjadi kemampuan yang sangat menyenangkan.

Sumber gambar :
pexels.com





Komentar

  1. aku tu suka salut sama orang yang bisa menjahit, soalnya saya nggak bisa hahaa ngejahit kancing aja masih berantakan :)

    BalasHapus
  2. Tetanggaku penjahit, musim corona dia malah banjir order selain jahitan.

    Jualan juga sih dianya. Jual masker juga tp ngambil dr orang lain.

    Rezeki udah diatur, ya, mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mbak, rejeki ga akan tertukar atau terduplikasi.

      Hapus
  3. masa ini skill menjahit pun banyak gunanya ya gen, termasuk di masa2 normal, banyak orang butuh jasa penjahit

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya gl, minimal untuk diri sendiri dan keluarga. bisa berhemat juga, hehehe

      Hapus
  4. Bisa menjahit itu serba guna. Misalya nggak mau menerima jasa, bisa buat diri sendiri, bikin daster, sprei, sarung bantal, celemek dsb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul banget Mbak. bisa bikin gaya sesuka kita dan bisa tampil beda juga, hihi

      Hapus
  5. waaaa baca tentang menjahit jadi pengen aktif menjahit lagi nih, udah lumayan lama mesin jahit nggak dipake , dipake kalo ada baju yang robek aja hihihi

    BalasHapus
  6. akuuu tu pengeenn mba bisa jahit, pengen banget, berasa nyesel dulu ga les jahit, skrg kalo liat yg jual mesin jait tuh gemes bgt pengen punya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, iya ya Mbak. padahal kursusnya klo sekedar bisa jahit yang sederhana ga lama juga ya Mbak.

      Hapus
  7. Padahal ibku tuh dulu jago banget jahit, masih ada mesin jahit yang udah tua sekarang ngga kepake. Saat-saat seperti ini bener banget temenku yang penjahit produktif kebanjiran orderan. Alhamdulillah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. profesi ini memang menjanjikan ya Mbak. bahkan di saat pandemi seperti sekarang ini.

      Hapus
  8. Penjahit di masa korona ini jadi lebih panen rezeki ya, khususnya buat jahit masker dan semacamnya.
    Semoga berkah.
    Kakak saya bahkan sampai rela beli mesin jahit, padahal waktunya nyaris nggak ada :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wow, masya Allah ya Mbak, semangat terus untuk mbak dan kakak Mbak :-)

      Hapus
  9. Sebagai seorang penjahit amatiran aku setuju banget mbak. Di mana di masa pandemi ini terus berkarya walau kadang masih kalah dengan kesibukan rumah dan ngeblog hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, iya Mbak Arda, dua2nya memberikan nuansa yang berbeda tapi sangat asyik ketika dikerjakan.

      Hapus
  10. ketrampilan menjahit memang sangat penting dan bisa menjadi income - generating activities, apalagi di saat pandemik ketika masker kain sangat membantu

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul Mbak, potensi penghasilan dari profesi ini plus peluang pengembangan usahanya sangat luas.

      Hapus
  11. Ayahku juga penjahit kak, dulu aku sempat pernah nyoba pas SMP, skrg jd kangen pengen ngejahit lagi, bikin baju pake label sendiri, Ehehehe. Kursus jahit nggak ya? *tengok celengan

    BalasHapus
    Balasan
    1. lumayan juga ya Mbak biayanya apalagi jika sampai ujian negara, hehe.

      Hapus
  12. Ahh ketabook, aku suka menjahit, tapi baju buat anakku dan aku sendiri. Keknya kalo di rumah ada mesin jahit, aku langsung mo jahit masker nih buat bagi2. Sayang, rusak mesinnya. Pengen beli yang baru nih. Btw, seneng banget menjahit ini, dari kakek, turun temurun semua pinter menjahitnih keluarga

    BalasHapus
    Balasan
    1. wow, salut saya. biasanya hobi ini memang diturunkan dari generasi ke generasi ya Mbak.

      Hapus
  13. Bener mbak....salah satu yang terdampak akibat Corona ini adalah karyawan. Banyak karyawan yang di rumahkan, padahal mereka harus menghidupi keluarganya, bayar cicilan atau bahkan bayar kontrakan. Ahhh...jadi ingat penjahit di garmen tempat usaha suami dan temannya. Karena sepi order rumah garmen akhirnya merumahkan sebagian penjahitnya. Tangis pilu mereka akibat tak lagi digaji kadang membuat perih hati ini....semoga pandemi berakhir dan order kembali banyak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. pandemi berakhir dan semoga ekonomi segera bangkit lagi.

      Hapus
  14. Wah skill menjahit sih memang penting ya walau sekadar pasang kancing sendiri. Apalagi mendekati lebaran, biasanya tukang jahit paling dicari walau sekadar potong baju yg kepanjangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi, iya sih, kaya motong celana jeans yang kepanjangan.

      Hapus
  15. Ibu sama Mama mertua aku sama-sama suka jahit. Jadi kalau Lebaran begini, akunya yang happy. Paling engga, anak-anak dapet kiriman baju balu dari nenek.
    Hehhehe...dan aku makin mager kalau disuruh belajar jahit. Uhuhuu~

    BalasHapus
    Balasan
    1. asyiknya punya mama dan mamer yang hobi jahitin baju untuk cucu2nya ya, hehe.

      Hapus
  16. Dari dulu aku pinign belajar menjahit baju sendiri belum kesampaian, eh anak-anak udah gede aja. Ya paling jahit yang perlu-perlu aja kaya kancing dllnya.
    Sedih jug aya biasanya penjahit ramai order mau lebaran nih, sekarang agak sepi ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mbak, temen2 saya yang biasa terima order menjelang lebaran emang rada sepi. tetapi jika jeli, banyak peluang usaha lain di dunia ini.

      Hapus
  17. Dari dulu pengen bisa jait, pernah kursus tapi nggak beres, tujuannya sih biar bisa bikin baju sendiri aja, sekarang kayaknya pengen belajar lagi, mau coba belajar online ah kali aja bisa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mbak, saya juga cuma bentar kursusnya, trus sekarang liat2 pola di inet aja. sama cara jahit, yg penting simpel aja.

      Hapus
  18. Aku belum bisa menjahit sama zekali mba. Kancing rusak aja malas malasan buat perbaiki. Salut ama yang bisa jahit

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, kakak saya ada yang ga bisa jahit sama sekali juga mbak, jalanin mesin jahit aja maju sama mundur bingung katanya. ujung2nya minta saya yang jahitin, klo ga passionnya emang rada susah ya, secara kakak saya jagonya bikin kue dan roti.

      Hapus
  19. Kok ya pas nih baca artikel ini, saat ini aku sedang ingin sekali belajar menjahit. Penginnya memang untuk buka usaha di bidang tertentu. Selama ini aku hanya bisa bikin cross stitch. Kata temanku yang bisa jahit, bikin jahitan tuh lebih mudah daripada cross stitch. Lhaaa tapi aku kok ga bisa-bisa yaaa hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. lebih jago cross stitch ya Mbak, hehe.

      Hapus
  20. beberapa tahun yang lalu saat masih menjalankan bisnis fashion hijab, aku banyak bekerjasama ama penjahit rumahan, mbak. mereka tuh hebat loh, ngejahit tuh kan kudu teliti yaa dan kadang agak rumit gitu. kalau rajin, bisa dapat banyak orderan, apalagi kalo jahitannya bagus. klien pasti terus datang.

    BalasHapus
  21. Btw di Pekalongan banyak loh mbak penjahit yang berronasi dengan jasanya. Merekw membantu menjahit baju hazmat tuk membantu tim medis

    BalasHapus
  22. Menjahit ini salah satu keahlian suamiku juga mbak. Bisa banget sih sekarang kreatif memproduksi apa aja dari skill ini, berguna banget

    BalasHapus
  23. tentang menjahit aku teringat sama almarhumah ibu saya, senang banget dengan menjahit sampai2 hobi ini menjadikan beliau produktif dalam hal financial.. karena kangen sama ibu saya, saya lagi belajar2 merajut nih mba pas masa pandemi gini...

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah mengunjungi Blog saya dan mohon tinggalkan komentar ya.

Postingan populer dari blog ini

Jangan Menikah karena Cinta

#Inspirasi dari Kak Rimalia (part 2)
Hai..hai...ini dia inspirasi kedua dari kakak saya, kak Rimalia. Kali ini akan membahas tentang landasan pernikahan ya. Yuk langsung aja disantap...

Tahukah Anda, mayoritas pasangan yang menikah akan mengatakan mereka menikah karena saling mencintai. Survei yang dilakukan oleh Pew Research Center di Amerika Serikat pada tahun 2010 menemukan bahwa 93% responden yang sudah menikah mengatakan cinta adalah fondasi utama dari pernikahan. Hasil yang hampir sama juga ditunjukkan oleh responden belum menikah yaitu 84%.Hasil ini mendukung survei yang dilakukan pada tahun 1986 yang menemukan mayoritas pria dan wanita di Amerika Serikat tidak akan menikah jika tidak mencintai pasangannya,
Data-data ini menunjukkan bahwa manusia memandang cinta romantis sebagai alasan utama untuk menikah. Tetapi dalam kenyataannya angka perceraian tak pernah menurun. Sehingga timbul pertanyaan apakah menikah karena cinta adalah keputusan yang tepat?
Aaron Beckyang dikenal sebagai…

Banyak Jalan Berbagi Kebaikan, Banyak Jalan Mendapatkan Kebaikan, Inilah Kebaikan Berbagi Bagi Kita

Kita diciptakan oleh Allah dengan tujuan untuk beribadah kepada-Nya. Dan untuk itu, kita diberikan tuntutan yang sangat jelas melalui kalam-Nya yang termaktub di Al-Quran dan hadist yang diwasiatkan Rasulullah kepada kita. Dan dari perintah mulia tersebut, perintah untuk berbagi adalah salah satu perintah yang diberikan kepada kita. Perintah ini diantaranya terdapat dalam Surat An-Nisa ayat 114, surat Ali Imran ayat 92, surat Al Baqarah ayat 261 dan surat At Thalaq ayat 7.
Berbagi sendiri merupakan salah satu cara paling efektif untuk memperoleh kebahagiaan. Tak tanggung-tanggung, kebahagiaan dunia dan akhirat bisa kita dapatkan sekaligus. Selain itu kita bisa terbebas dari sikap khawatir, memperoleh ketenangan batin, menyucikan hati, terhindar dari sikap kikir yang merugikan dan masih banyak lagi.

Manfaat Berbagi :
Manfaat berbagi ini ternyata telah banyak diteliti oleh para ahli. Dimana dari hasil penelitian - penelitian ini menunjukkan hasil yang hampir sama. Dimana ketika seseorang…