5 Pekerjaan dari Rumah yang Bisa Mendatangkan Uang saat Pandemi Corona

#Inspirasi Jadi Duit

Wah tidak terasa kita sudah memasuki Ramadan hari ke-16 ya. Meskipun masih dalam perjuangan menghadapi si virus berbentuk mahkota dan teman-temannya, tetapi kehadiran Ramadan ini telah memberikan semangat yang luar biasa. Ya, pada bulan yang mulia ini, besar harapan kita bahwa doa dan harapan kita akan dikabulkan oleh Allah. Dan tentunya masuk dalam top-5 daftar doa kita ada harapan bahwa si corona dan semua kroni-kroninya akan pergi menghilang selamanya dari muka bumi ini. Aamiin.

Temans, kamu termasuk yang harus bekerja dari rumah? Atau kamu harus mengalami penurunan penghasilan atau dengan kata lain terdampak corona. Yup, sama, saya juga. Sebagai karyawan di salah satu UKM di bidang kuliner, UKM kami tidak mampu melakukan produksi karena area pemasaran yang sebagian besar menyasar sekolah dan universitas melakukan KBM atau Kegiatan Belajar Mengajar dari rumah saja. Jadilah para karyawannya dirumahkan karena tidak adanya produksi sehingga otomatis pemasukan dari sumur saya yang satu ini menjadi kering. Hiks..hiks..hiks...

Bersyukur saya memiliki pekerjaan produktif lain yakni penulis dan bersyukur pula, masih mengalirkan pundi-pundi penghasilan untuk membeli butir-butir beras di toples dapur. Lanjut.

Nah Temans, tapi kita tetap tidak boleh menyerah ya. Tetap semangat, tetap berpikir positif, jaga kesehatan dan selalu berdoa. Kini hayuk kita kulik beberapa pekerjaan produktif yang bisa kita lakukan dari rumah sembari menjalankan ibadah puasa ini. cekidot...



Penulis
Di urutan pertama, ada pekerjaan penulis atau writer. Pekerjaan ini kini menjadi pekerjaan yang dilakoni banyak orang lho. Kalau dulu, mungkin masih banyak yang bingung bagaimana pekerjaan menulis bisa dijadikan sebuah profesi. Kini, rasanya tidak lagi. Bahkan beberapa teman yang saya temui mengatakan bahwa pekerjaan ini keren. Hehe...kamu setuju tidak?



Ada banyak pengembangan dari profesi yang satu ini. Mulai dari blogger, vlogger hingga youtuber adalah pengembangan dari profesi yang satu ini. Bahkan seorang stand up comedy sekalipun.   


Ketika kamu memutuskan menekuni profesi ini, seperti kata Raja Horor, Stephen King, banyak-banyaklah membaca. Dan kata pak cik Ikal alias Andrea Hirata, lakukan riset sebelum menulis. Bahkan saya pernah membaca sebuah novel yang saya suka banget, judulnya The Last Empress karya Anchee Min. Sang penulis melakukan riset sekitar 5 tahun lho baru bisa menghasilkan novel seapik itu. Wow!

Barengi proses baca kamu dengan proses menulis sehingga lama-kelamaan kamu akan menemukan passion dan gaya kamu sendiri. Lalu tumbuh cinta di dalamnya dan hasilnya pasti spektakuler. Kamu bisa menjadi penulis cerpen, novel dan kemudian menjualnya di platform berbayar, penulis e-book, penulis buku literatur, penulis buku anak, penulis buku fiksi, non fiksi, editor, lay outer hingga mendirikan penerbit indie dan masih banyak lagi.

Asli profesi ini Insha Allah tidak ada matinya. Kenapa? Karena berkaitan erat dengan kebutuhan dasar manusia yakni ilmu pengetahuan. Manusia itu memiliki tiga kebutuhan utama, fisik butuh makan dan minum, jiwa butuh agama dan mental atau psikis membutuhkan ilmu. Makanya pekerjaan ini akan terus ada dan berkembang mengikuti peradaban umat manusia.

Untuk memulai pekerjaan ini, tentunya kamu membutuhkan alat bantu berupa smartphone dan laptop atau tablet atau note book. Cus, langsung kembangin deh bakat kamu.


Reseller
Punya kemampuan marketing, hobi berselancar di medsos. Ingin menjual tapi tidak punya modal. Nah pekerjaan reseller cocok banget untuk kamu. Kamu cukup duduk manis, pelajari keunggulan produk yang akan kamu jual dan pastinya, alokasikan waktu dan tenaga juga pikiran kamu untuk menjual produk kamu di media sosial milikmu.

Pelajari juga cara follow up calon pembeli dan juga metode pengantaran produk, karena di beberapa daerah diberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sehingga harus tahu aturan yang diberlakukan.


Miliki juga testimoni yang jujur dari mereka yang telah merasakan manfaat dari produk yang kamu jual. Dan lakukan pula soft selling dimana kamu bisa menemukan kira-kira calon pembeli seperti apa yang akan membutuhkan produk kamu. Misalnya kamu akan menjual frozen food, tentunya akan sangat tepat jika kamu menjual kepada mama-mama muda yang punya beberapa bocah kecil yang masih dalam masa pertumbuhan dan harus makan ikan sementara mereka tidak suka ikan, maka kamu bisa menjual nugget atau bakso ikan kepada mama muda tersebut.

Atau kamu reseller produk perawatan kecantikan, akan tepat sasaran saat kamu menjualnya sesuai kebutuhan kulit berdasarkan usia mereka. Lakukan dengan gembira, buat calon pembeli merasa nyaman, jadi sahabat mereka dan usahakan menjual produk yang  best value, artinya harga produk dan nilai serta manfaat produk memang pas. Katakanlah kamu menjual nugget ayam. Temanmu menjual dengan harga 75 ribu perkilo. Nah dengan kualitas yang sedikit di atasnya, rasa yang lebih enak lalu kamu bisa jual dengan harga 70 ribu perkilonya, maka kamu berpeluang menjual lebih banyak nugget dibanding temanmu.


Jualan online
Temans, tahukah kamu bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia ini mencapai 64% atau sekitar 175 juta orang. Dan orang-orang ini rata-rata berselancar di internet hingga 8 jam perharinya dan dari pengguna internet usia 16 hingga 64 tahun, sebanyak 90% nya pernah melakukan pembelian online? Dengan data-data ini, tak heran Indonesia menjadi pasar market placeplace terbesar di Asia Tenggara.

So, potensi ini super duper besar ya. Dan ada banyak e-commerce terpercaya yang bisa kamu pilih menjadi patnermu. Atau kamu bisa berjualan di beberapa e-commerce sekaligus. Cukup sediakan produknya di rumahmu, atau kamu bisa berpatner dengan katakanlah penjual offline yang kurang memahami proses penjualan online lalu menjualnya di e-commerce.

Cukup daftar dan ikuti langkah-langkah selanjutnya. Disini kamu dan calon pembeli akan sama-sama terlindungi karena ada regulasi yang mengikat. Kamu juga memiliki potensi pasar tidak hanya di negara kita tercinta ini, bahkan hingga ke luar negeri. Selain itu, kamu bisa memantau bisnismu dan masih banyak keuntungan-keuntungan lainnya.



Yang penting adalah memiliki niat baik, menjual dengan jujur, fast respon, ramah dan sopan dengan pembeli dan memiliki harga yang bersaing. Jangan khawatir pula dengan persaingan. Rejeki tidak akan kemana. Menjaga nama baik juga sangat penting, jangan sampai ada penilaian yang buruk yang bisa menjatuhkan toko onlinemu.

Karena ada banyak pula kasus dimana pembeli kecewa ditambah pula dengan pelayanan yang buruk sehingga menulis ulasan yang buruk lalu mempengaruhi penilaian calon pembeli berikutnya untuk membeli do toko kamu.


Penjahit
Bisa menjahit, punya mesin jahit? Nah kamu bisa memaksimalkan hobimu yang satu ini. Atau malah kamu memang memiliki profesi penjahit? Nah, saat ini kebutuhan masker yang meningkat menuntut ketersediaan masker yang sangat besar di pasaran. Bahkan dikatakan walaupun si corona sudah cauw alias cabut dari muka bumi, hingga satu hingga dua tahun ke depannya kita tetap diminta memakai masker.



Nah, kamu bisa bergabung melalui komunitas yang meminta penyediaan masker dalam jumlah banyak, misalnya pemerintah daerah yang akan menyalurkan masker-masker ini. Atau kamu menawarkan masker buatanmu kepada komunitas yang membeli untuk kemudian menyalurkannya kepada mereka yang membutuhkan.

Tawarkan dengan harga yang bersaing dengan kualitas yang baik, maka maskermu insha Allah akan memiliki pangsa pasarnya sendiri. Kamu bisa pula membuat aneka barang sesuai kebutuhan di saat pandemi ini misalnya masker yang menutupi hingga ke rambut bagi pria dan anak-anak. Selain memasarkannya dengan beberapa cara di atas, kamu bisa menjualnya secara online.


Membuat aplikasi
Kamu memiliki kemampuan coding? Nah, kini saatnya kamu lebih mengeksplor kemampuanmu dan menghasilkan aplikasi-aplikasi yang memang sangat dibutuhkan di masa pandemi ini.


Ada seorang anak bernama Jordan Casey. Mulanya ia belajar menjadi programer secara otodidak di usia 9 tahun. Pada usia 12 tahun ia membuat aplikasi permainan pertamanya untuk IOS. Tak disangka, aplikasi gamenya ini menjadi aplikasi game terbanyak yang diunduh di Inggris. Di usia 13 tahun, Jordan lalu mengembangkan bisnisnya dan menjadi CEO-nya. Dia juga mengembangkan dua buah usaha lagi dimana salah satunya adalah TeachWare yang membantu guru misalnya dengan menyimpan data absen, ujian dan pengumpulan tugas para murid.

Nah, ada begitu banyak aplikasi yang perlu dikembangkan, kamu bisa membuatnya lalu menjualnya  dan kamu bisa menjadi salah satu coder yang sukses dengan menekuni bidang ini.  


Nah itu dia 5 ide pekerjaan yang bisa dilakukan dari rumah dan tetap menghasilkan. Kamu punya ide lain, silakan tambahkan di kolom komentar ya.
Selamat berpuasa.

Sumber gambar :
Koleksi pribadi
freepik.com