Langsung ke konten utama

Wow, Manfaat Puasa untuk Kesehatan Psikis, Membuat Kita Lebih Bahagia


Counting down – 19 hari menuju Ramadhan mulia

Temans, masih selalu semangat kan? Mungkin kamu termasuk yang harus WFH atau Work From Home atau yang sebelumnya memang bekerja di rumah tentunya memberi kesempatan lebih untuk bisa menyiapkan diri untuk menyambut Ramadhan tahun ini kan?

Nah yuk lanjutkan eksplorasi kita tentang manfaat puasa biar tambah semangat dan terus berpikir positif menghadapi kehidupan ini ya. Sip, lanjut.

Sumber gambar : freepik.com

Manfaat puasa bagi kehidupan psikososial memegang peranan penting dalam kesehatan manusia. Pada bulan suci Ramadhan, biasanya akan terjadi peningkatan komunikasi psikososial yang baik antara seorang hamba dengan Allah. Karena selain ganjaran pahala yang dijanjikan berlipat ganda sehingga kualitas dan kuantitas ibadah pun ditingkatkan, maka berbagai manfaat bagi kesehatan dan kehidupan pun akan didapat.


Selain hubungan dengan Allah, hubungan dengan manusia dan lingkungan pun akan ikut membaik. Hal ini terjadi karena hubungan komunikasi psikososial dengan Allah yang meningkat akan melahirkan rasa tenang, jiwa yang merasa aman, teduh, bahagia dan hal ini akan berimbas dengan ikut membaiknya hubungan psikososial dengan makhluk lain.

Dalam hadist qudsi, Allah berfirman bahwa kebahagiaan bagi orang yang berpuasa ada dua, yakni ketika berbuka puasa dan ketika bertemu Rabbnya. Allah menerangkan keutamaan puasa dengan menjelaskan bahwa puasa yang benar akan melahirkan kebahagiaan. Karena mampu menahan apa – apa yang dilarang Allah sembari memperbanyak melakukan perintah amal ibadah. Hal ini hanya bisa dilakukan dengan tonggak keimanan yang semakin kuat.

Kebahagiaan adalah keinginan dan cita – cita banyak orang. Dalam diri seseorang, kebahagiaan dikaitkan dengan dikeluarkannya hormon endorfin. Hormon ini bahkan sering disebut hormon cinta. Banyak orang yang melakukan banyak hal untuk mendapatkan hal ini. Dari cara yang dilarang Allah misalnya menggunakan obat – obatan terlarang hingga mereka yang menyadari bagaimana hakikat kebahagiaan itu sendiri.

Ilustrasi kebahagiaan (sumber gambar : dokumen pribadi)

Hakikat kebahagiaan bagi orang beriman adalah ketaatan yang dapat mengangkat derajatnya di hadapan Allah. Dalam Al Quran, dijelaskan bahwa keutamaan dan rahmat Allah yang akan mendatangkan kebahagiaan hakiki. Bahwa menjauhi larangan Allah, melaksanakan perintah Allah adalah perkara bahagia yang sesungguhnya. Karena hal ini amatlah berat. Namun bagi kita yang beriman, datangnya bulan suci Ramadhan adalah berkah. Karena di dalamnya kita akan ditempa untuk melakukan hal – hal yang diperintahkan Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Ilustrasi kebahagiaan (sumber gambar : pixabay)

Puncak dari semua kebahagiaan itu adalah saat nanti di akhirat, saat seorang hamba mampu bertemu Rabbnya. Dan menghadap Allah dalam keadaan tidak takut terkena azab dan dimasukkan ke dalam surga yang abadi. Demikianlah puasa akan melahirkan kebahagiaan yang sejati. Yang menjadi modal hidup dan penguat untuk terus melakukan amal kebaikan di bulan – bulan selanjutnya dan menjauhi larangan Allah. Sehingga kebahagiaan akan terus hadir dan menguatkan semua sendir kehidupan dan memperjelas tujuan akhir dari kehidupan kita, yakni kebahagiaan di sisi Allah.

Sumber : 
muslim.or.id


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Menikah karena Cinta

#Inspirasi dari Kak Rimalia (part 2)
Hai..hai...ini dia inspirasi kedua dari kakak saya, kak Rimalia. Kali ini akan membahas tentang landasan pernikahan ya. Yuk langsung aja disantap...

Tahukah Anda, mayoritas pasangan yang menikah akan mengatakan mereka menikah karena saling mencintai. Survei yang dilakukan oleh Pew Research Center di Amerika Serikat pada tahun 2010 menemukan bahwa 93% responden yang sudah menikah mengatakan cinta adalah fondasi utama dari pernikahan. Hasil yang hampir sama juga ditunjukkan oleh responden belum menikah yaitu 84%.Hasil ini mendukung survei yang dilakukan pada tahun 1986 yang menemukan mayoritas pria dan wanita di Amerika Serikat tidak akan menikah jika tidak mencintai pasangannya,
Data-data ini menunjukkan bahwa manusia memandang cinta romantis sebagai alasan utama untuk menikah. Tetapi dalam kenyataannya angka perceraian tak pernah menurun. Sehingga timbul pertanyaan apakah menikah karena cinta adalah keputusan yang tepat?
Aaron Beckyang dikenal sebagai…

Banyak Jalan Berbagi Kebaikan, Banyak Jalan Mendapatkan Kebaikan, Inilah Kebaikan Berbagi Bagi Kita

Kita diciptakan oleh Allah dengan tujuan untuk beribadah kepada-Nya. Dan untuk itu, kita diberikan tuntutan yang sangat jelas melalui kalam-Nya yang termaktub di Al-Quran dan hadist yang diwasiatkan Rasulullah kepada kita. Dan dari perintah mulia tersebut, perintah untuk berbagi adalah salah satu perintah yang diberikan kepada kita. Perintah ini diantaranya terdapat dalam Surat An-Nisa ayat 114, surat Ali Imran ayat 92, surat Al Baqarah ayat 261 dan surat At Thalaq ayat 7.
Berbagi sendiri merupakan salah satu cara paling efektif untuk memperoleh kebahagiaan. Tak tanggung-tanggung, kebahagiaan dunia dan akhirat bisa kita dapatkan sekaligus. Selain itu kita bisa terbebas dari sikap khawatir, memperoleh ketenangan batin, menyucikan hati, terhindar dari sikap kikir yang merugikan dan masih banyak lagi.

Manfaat Berbagi :
Manfaat berbagi ini ternyata telah banyak diteliti oleh para ahli. Dimana dari hasil penelitian - penelitian ini menunjukkan hasil yang hampir sama. Dimana ketika seseorang…

Memelihara Kesetiaan Terhadap Pasangan

#Inspirasi Kak Rimalia – Part 3 (Seri Pernikahan)
Hai..hai, hari ini kita dapetin lagi inspirasi dari kak Rimalia, yang kali ini membahas tentang salah satu hal yang ehm, sangat tidak disukai dalam kehidupan pernikahan. Apa itu? Yup, perselingkuhan. Ternyata perselingkuhan ini banyak lho terjadi di negara kita.  Yuk lanjut agar kita bisa terhindar dari perselingkuhan dan tetap setia dengan pasangan.

Siapapun pasti menghendaki pasangannya setia, dan akan senantiasa mencintai dirinya,hingga maut memisahkan.Terutama para istri, kebahagiaan akan tampak jelas di wajahnya jika mengetahui dengan pasti, bahwa suami yang dinikahinya adalah seorang yang menjunjung tinggi kesetiaan dan konsisten dengan komitmen yang dibuat bersama.
Sebagian istri kadang dihantui kekhawatiran terhadap kesetiaan suaminya. Hal ini disebabkan karena para suami lebih sering keluar rumah untuk mencari nafkah, sehingga peluang untuk melakukan ketidaksetiaan lebih besar.


Berbicara tentang ketidaksetiaan dalam pernikahan seben…