Langsung ke konten utama

Tips Hemat Listrik saat WFH (Work From Home) dan Stay At Home


Saat ini kita sedang memerangi pandemi Corona dengan berbagai macam cara. Dan salah satu cara yang cukup efektif untuk mengurangi kecepatan penyebaran virus adalah dengan mengurangi aktivitas di luar rumah dan sedapat mungkin terus berada di rumah. Hal ini dikenal dengan Work From Home atau Stay At Home atau di rumah aja. Ya ada banyak sebutannya tapi intinya kita kudu berada di rumah untuk mengurangi resiko tertular virus Covid 19 dan memutus mata rantai penularan.

Nah, karena hampir semua anggota keluarga berkumpul di rumah, tentunya tagihan listrik ikut naik. Kok bisa ya?


Yup, karena rumah yang biasanya tidak memiliki banyak aktivitas di pagi hingga sore hari kini dipenuhi oleh anggota keluarga yang berhubung menjalankankan gaya hidup yang hampir memiliki hubungan dengan daya listrik, alhasil meningkatlah tagihan listrik.

Jika sebelumnya AC mungkin hanya hidup pas tidur malam, berhubung anak – anak pada ngumpul dan cuaca lumayan panas, jadilah ikutan dinyalakan. Televisi yang biasanya senyap kini bersuara lantang. Terus karena anggota rumah ngumpul, bawaannya pengen makan mulu, jadilah chef utama kudu nongkrong di area favorit yakni dapur sambil ngubek – ngubek aneka menu dan bisa jadi memakai alat – alat yang membutuhkan daya seperti mixer, blender hingga oven listrik dan microwave. Ini belum termasuk gawai yang membutuhkan pengisian ulang karena dipakai terus – menerus.


Di sisi lain, kita harus melakukan penghematan agar bisa mengimbangi pengeluaran ekstra untuk membeli APD (Alat Perlinsungan Diri) seperti masker, saya juga memasukkan suplemen kesehatan, desinfektan, sabun yang jumlahnya naik karena keharusan cuci tangan yang lebih sering plus hand sanitizer. Belum lagi bagi kita yang “terpaksa” kehilangan penghasilan karena harus berada di rumah, sementara pekerjaan harus dilakukan di luar rumah.

Nah, memang jadi riweh ya. Tapi tetap ada jalan dan solusi untuk semua keterbatasan. Saya berprinsip bahwa keterbatasan membuat kita kreatif untuk menggunakan segala upaya untuk mencari solusi atas masalah – masalah kita. Dan pastinya membuat kita makin mendekat kepada Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Nah, pada dasarnya tips hemat listrik ini hampir sama aja ketika hari – hari biasanya, tetapi yang beda disini adalah niatnya. Oke, kita bahas dulu tips – tips hemat listriknya ya. Ini dia :

Menggunakan peralatan listrik sesuai kebutuhan
Saat kamu memang ingin menonton ya silakan hidupkan televisi, segera matikan jika tidak. Hal ini berlaku untuk semua peralatan ya.
Pastikan pula kamu mencabut kabel listriknya.



Kurangi pemakaian listrik pada saat waktu beban puncak
Waktu untuk berlakunya tarif beban puncak adalah jam 18.00 hingga 22.00. Nah, usahakan hanya menggunakan daya yang penting – penting saja pada jam ini ya. Jangan iseng untuk masak dengan kompor listrik, memanaskan makanan dengan microwave, mencuci atau menyetrika pakaian plus berkaraoke ria di jam – jam ini ya. Selain membuat tagihan listrikmu enggan merangkak turun, tetangga juga bisa protes oleh berisiknya speaker di malam hari, ups..

Bijak menggunakan lemari es dan air conditioner
Saat menggunakan lemari es, rajin – rajin ya membersihkannya. Terus, jangan mengisi lemari es terlalu penuh. Juga hanya memasukkan makanan yang bertemperatur ruang ke dalam lemari es. Hal ini berlaku pula untuk air conditioner atau AC ya. Gunakan AC hanya untuk mengademkan temperatur ruang, bukan mendinginkan apalagi membuat menggigil orang – orang yang ada di dalamnya.


Kamu juga bisa memanfaatkan kipas angin yang ditaruh es potong di depannya sehingga memberikan efek seperti AC. Dan ingat untuk mematikan AC ketika temperatur ruang yang adem telah tercapai. Sisanya cukup dengan menghidupkan kipas angin. Oh ya, untuk kipas angin, biasakan untuk menggunakan kecepatan yang paling rendah hingga sedang saja ya, agar kipas anginnya awet. Plus rajin – rajin juga mencuci bagian – bagian yang gampang berdebu pada kipas angin.
Kalau AC sih, kudu panggil babang yang biasa bersihkan AC ya.

Menggunakan peralatan yang hemat energi
Nah, saat ini ada begitu banyak pilihan peralatan listrik yang hemat energi mulai dari lampu, AC, televisi, mesin cuci hingga lemari es. Kamu bisa memilih peralatan ini dan pastikan menggunakan dan merawatnya dengan baik agar awet dan ga boros listrik.



Nah hemat energi ini selain bentuk tanggung jawab kita terhadap generasi penerus kita selanjutnya, juga untuk menghindari kemubaziran. Kita udah tahu kan yang suka mubazir itu sifatnya siapa. Jadi jangan sampai deh kita punya sifat ini. Ingat pula bahwa apa yang kita lakukan, niat kita termasuk ikhtiar kita, semuanya dicatat dan kelak akan dipertanggungjawabkan.

So, yuk hemat listrik selama masa WFH dan seterusnya demi masa depan anak cucu kita dan masa depan kita kelak di akhirat nanti.

  
Sumber gambar :
freepik.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Menikah karena Cinta

#Inspirasi dari Kak Rimalia (part 2)
Hai..hai...ini dia inspirasi kedua dari kakak saya, kak Rimalia. Kali ini akan membahas tentang landasan pernikahan ya. Yuk langsung aja disantap...

Tahukah Anda, mayoritas pasangan yang menikah akan mengatakan mereka menikah karena saling mencintai. Survei yang dilakukan oleh Pew Research Center di Amerika Serikat pada tahun 2010 menemukan bahwa 93% responden yang sudah menikah mengatakan cinta adalah fondasi utama dari pernikahan. Hasil yang hampir sama juga ditunjukkan oleh responden belum menikah yaitu 84%.Hasil ini mendukung survei yang dilakukan pada tahun 1986 yang menemukan mayoritas pria dan wanita di Amerika Serikat tidak akan menikah jika tidak mencintai pasangannya,
Data-data ini menunjukkan bahwa manusia memandang cinta romantis sebagai alasan utama untuk menikah. Tetapi dalam kenyataannya angka perceraian tak pernah menurun. Sehingga timbul pertanyaan apakah menikah karena cinta adalah keputusan yang tepat?
Aaron Beckyang dikenal sebagai…

Banyak Jalan Berbagi Kebaikan, Banyak Jalan Mendapatkan Kebaikan, Inilah Kebaikan Berbagi Bagi Kita

Kita diciptakan oleh Allah dengan tujuan untuk beribadah kepada-Nya. Dan untuk itu, kita diberikan tuntutan yang sangat jelas melalui kalam-Nya yang termaktub di Al-Quran dan hadist yang diwasiatkan Rasulullah kepada kita. Dan dari perintah mulia tersebut, perintah untuk berbagi adalah salah satu perintah yang diberikan kepada kita. Perintah ini diantaranya terdapat dalam Surat An-Nisa ayat 114, surat Ali Imran ayat 92, surat Al Baqarah ayat 261 dan surat At Thalaq ayat 7.
Berbagi sendiri merupakan salah satu cara paling efektif untuk memperoleh kebahagiaan. Tak tanggung-tanggung, kebahagiaan dunia dan akhirat bisa kita dapatkan sekaligus. Selain itu kita bisa terbebas dari sikap khawatir, memperoleh ketenangan batin, menyucikan hati, terhindar dari sikap kikir yang merugikan dan masih banyak lagi.

Manfaat Berbagi :
Manfaat berbagi ini ternyata telah banyak diteliti oleh para ahli. Dimana dari hasil penelitian - penelitian ini menunjukkan hasil yang hampir sama. Dimana ketika seseorang…

Penjahit, Bukan Sekedar Profesi Biasa, Inspirasi Pekerjaan di saat Pandemi Corona

#Inspirasi Jadi Duit
Haloha, dalam bahasan kali ini, kita akan membahas tentang profesi dan kemampuan yang sangat menarik jika kita miliki. Apa itu? Yup, penjahit.


Ya, tentunya menjahit sendiri merupakan bagian dari dunia fashion desain. Walaupun seorang desainer pakaian memiliki sejumlah perbedaan mendasar dengan seorang penjahit tetapi kedua profesi ini masih berada di lingkup yang sama. Tentunya saya tak akan membahas masalah ini, tetapi saya lebih menyoroti kepada tingkat keberlangsungan profesi penjahit di tengah berbagai persoalan kehidupan termasuk pada situasi saat ini.
Yup, kita memang masih terus berjuang untuk menghadapi penyebaran virus corona yang masuk ke dalam kelompok virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19. Penyebarannya yang sangat cepat, masif dengan cepat menjangkau hingga ke 215 negara di dunia. Akibat virus berbentuk mahkota ini pula, sejumlah sektor menjadi lumpuh. Banyak perusahaan terpaksa memutuskan hubungan kerja dengan karyawannya. Ada pula yang me…