Melatih Empati Terhadap Orang Lain, Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Psikis dan Jiwa


Counting down – 2 hari menuju Ramadhan mulia

Masya Allah, kita telah berada di penghujung bulan Sya’ban yang artinya Insya Allah akan segera bertemu dengan bulan Ramadhan penuh barakah ya.

Nah Temans, kamu sepakat kan jika kesehatan adalah salah satu aset terpenting dalam kehidupan kita. Kesehatan tidak hanya mencakup fisik tetapi juga psikis dan jiwa. Ketiganya saling terkait dan tidak bisa berdiri sendiri. Jika terjadi masalah pada salah satunya, maka bagian lain akan ikut berpengaruh. Berbagai usaha dilakukan oleh sebagian besar dari kita untuk menjaga kesehatan.

Berpuasa di bulan suci Ramadhan merupakan solusi terbaik untuk berbagai masalah kesehatan kita. Berpuasa dengan benar akan mendatangkan ketenangan jiwa, mental yang sehat dan fisik yang terbarukan. Hal ini menjadikan tubuh dan jiwa kita sehat secara keseluruhan. Kebiasaan baik yang diteruskan di bulan – bulan selanjutnya akan mendatangkan peningkatan kualitas kehidupan.

Salah satu pembiasaan yang ditempa selama bulan Ramadhan adalah perintah untuk memperbanyak amal kebaikan. ganjaran dilipatgandakan membuat kita berlomba – lomba melakukan amal shalih dan menjauhi larangan Allah. Selain itu, dengan merasakan lapar dan haus yang seringkali dirasakan oleh mereka yang kurang beruntung, tingkat empati kita diharapkan akan meningkat. Empati ini akan melahirkan keinginan untuk berbagi.



Sebuah studi yang dilakukan oleh Jorge Moll dari National Institutes of Health menemukan bahwa ketika seseorang melakukan donasi kepada suatu yayasan, beberapa area di otak yang terkait kenyamanan, koneksi sosial dan rasa percaya diri akan turut aktif. Para peneliti juga meyakini bahwa ketika kita melakukan tindakan altruistic, maka otak akan melepaskan hormon endorfin yang memproduksi perasaan positif. 

Saat kita melakukan kebaikan untuk orang lain, otak juga akan memproduksi hormon dophamin yang memberi perasaan bahagia dan keyakinan bahwa yang kita lakukan adalah benar serta hormon oxytocin yang dikenal mengurangi stres, meningkatkan fungsi imunitas dan mengembangkan rasa percaya diri dalam interaksi antar manusia. Hormon – hormon di atas akan mengembangkan rasa bahagia, membuat sel – sel tubuh menjadi relaks secara alami.


Penelitian lain tentang berbagi yang dimuat oleh Stephanie Post dalam bukunya, Why Good Thuings Happen To Good People, menunjukkan bahwa dengan berbagi dengan sesama dapat meningkatkan kesehatan penyakit kronis seperti HIV. Sementara studi lain yang dilakukan oleh Stephanie Brown dari University of Michigan pada tahun 2003 terhadap beberapa pasang manula bahwa manula yang rajin membantu dan memberi dukungan terhadap orang lain memiliki usia harapan hidup yang lebih tinggi.

Bagi kita, sedekah dan berbagi tidak hanya mendatangkan manfaat kesehatan yang luar biasa. Balasan bagi pelaku sedekah sangat besar, diantaranya membuka pintu rejeki, mengobati berbagai penyakit, mampu meredakan kemarahan Allah, mengurangi rasa sakit ketika sakaratu; maut dan mampu menjadi naungan di hari kiamat.


Sungguh berpuasa yang diselaraskan dengan empati dan berbagi menjadi sinergi luar biasa untuk kehidupan kita, kini dan nanti.

Sumber :
beritagar.id
mitra-ihsan-sejahtera.com
freepik.com