Keajaiban Puasa Bagi Sel – Sel Saraf Kita , Tubuh Pun Menjadi Makin Sehat


Counting down – 7 hari menuju Ramadhan yang mulia (part 2)

Hari ini kita membahas dua manfaat puasa sekaligus. Biar semangatnya makin berkobar ya Temans walaupun kita masih berjuang menghadapi pandemi Corona. Ada banyak perubahan kebiasaan tentunya tahun ini dimana kita beribadah, semuanya dihimbau secara tegas agar  dilakukan di rumah saja. So, bagi para imam di rumah, hayuk persiapkan diri, perbanyak hapalan, perbaikin bacaan Al Quran bagi yang bacaannya belum sempurna dan tingkatin pengetahuan tentang ibadah-ibadah di bulan Ramadhan.

Nah, satu lagi manfaat puasa yang sangat keren adalah bagi sel-sel saraf kita. Sistem saraf merupakan salah satu sistem koordinasi dalam tubuh kita yang bertugas menyampaikan rangsangan dari reseptor untuk dideteksi dan direspon tubuh. Ada tiga komponen yang dimiliki sistem saraf yaitu efektor, reseptor dan penghantar impuls. Sistem saraf membuat makhluk hidup cepat tanggap terhadap perubahan – perubahan yang terjadi di lingkungan luar maupun dalam tubuhnya.



Sel – sel saraf disebut neuron yang bergabung membentuk jaringan untuk mengantarkan impuls (rangsangan). Sebuah sel saraf terdiri atas badan sel, dendrit dan akson. Pada tubuh manusia ada miliaran sel saraf yang membentuk sistem saraf. Sistem saraf kita tersusun dari sistem saraf pusat (terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang) dan sistem saraf tepi (terdiri dari sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom). 

Setiap sel saraf memiliki fungsi yang berbeda. Mulai dari mengatur dan mengontrol gerakan, perasa dan otonom tubuh. Dalam menjalankan fungsinya, sel saraf dipengaruhi oleh faktor internal meliputi duhu dan aktivitas fisik dan faktro eksternal berupa apa yang dimakan. Ketika sel saraf mengalami kerusakan, akan sulit untuk diatasi bahkan pada beberapa kasus tidak bisa dipulihkan. Hal ini disebabkan karena sel saraf tak memiliki kemampuan dan daya untuk regenerasi.


Puasa merupakan sebuah cara untuk menjaga kesehatan saraf. Sebuah studi membuktikan bahwa puasa dapat melindungi kesehatan otak dan meningkatkan pembentukan sel – sel saraf untuk meningkatkan fungsi kognitif. Manfaat puasa bagi penderita gangguan saraf meliputi proses detoksifikasi, untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Detoksifikasi ini akan mengurangi jumlah radikal bebas dalam tubuh. 


Radikal bebas adalah molekul yang tak memiliki pasangan dan biasanya mengambil elektron dari sel tubuh yang sehat. Jika sel tertempel radikal bebas, maka sel sehat tersebut akan ikut rusak. Jika kadar radikal bebas menurun, potensi kerusakan sel – sel saraf pun ikut turun.

Selama berpuasa, tubuh akan mengalihkan penggunaan sumber energi dari glukosa ke lemak secara perlahan dan hal ini juga ikut mencegah kerusakan saraf dan otot. Puasa juga akan meningkatkan kondisi mental, kewaspadaan dan fokus. Dari sisi medis, tubuh akan banyak menghasilkan hormon endorfin untuk mengontrol diri kita dan mengatasi rasa sakit. Hormon ini akan timbul beberapa hari berpuasa.



Sistem saraf yang sehat sangat diperlukan oleh tubuh. Dan puasa ternyata bisa memelihara kesehatan sel – sel ini. Menjaga pola hidup yang sehat, mengosumsi makanan yang dibutuhkan oleh saraf, berolahraga merupakan bagian dari menjaga sel – sel saraf ini. Zat – zat yang menguatkan kerja sel – sel saraf antara lain vitamin B1, B6 dan B12. Zat – zat ini banyak ditemui di dalam beras terutama beras pera dan beras merah. Vitamin – vitamin ini juga banyak terdapat di dalam sayur – sayuran dan buah yang banyak mengandung serat serta daging. Makanan yang mengandung vitamin harus banyak dikonsumsi tubuh karena tubuh tak bisa menghasilkan vitamin sendiri.

Sumber :
medanheadlines.com
viva.co.id
republika.co.id
rumusrumus.com
seputarilmu.com
sciencealert