Langsung ke konten utama

Inspirasi Belajar dari Para Ulama, Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam


Temans, hari ini kita akan membahas salah satu bahasan yang sangat menarik. Yakni tentang menuntut ilmu. Sebuah aktivitas yang harus selalu kita lakukan hingga di akhir kehidupan kita nantinya.



Islam adalah agama yang sempurna dan mencakup seluruh aspek kehidupan. Salah satu aspek penting tersebut yang wajib menjadi pemahaman kita adalah perihal menuntut ilmu. Bahkan dalam firman Allah yang pertama kali turun adalah tentang perintah “membaca” yang menjadi bagian dari menuntut ilmu.

Tentunya ilmu yang bermanfaat dan membawa kita agar semakin bertaqwa kepada Allah.
Ada banyak firman Allah yang menjelaskan tentang keutamaan menuntut ilmu, diantaranya terdapat dalam Surat Thaha ayat 114, Surat At-Thalaq ayat 12, Surat Ali Imran ayat 7, Surat Al-Isra ayat 85, Surat Al-Mujadalah ayat 11 dan Surat Ali Imran ayat 18.
           
Dalam surat Al-Mujadalah ayat 11, Allah berfirman yang artinya :

“Allah akan meninggikan orang – orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. “

Dalam banyak hadist pun, Rasulullah telah menjelaskan tentang banyaknya keutamaan orang yang berilmu. Salah satu hadist tersebut adalah yang diriwayatkan oleh HR Muslim :

“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan jalan baginya ke surga.”


Berikut ini beberapa keutamaan manusia yang berilmu menurut Al Quran dan hadist :
  1. Dimudahkan dalam jalan menuju surga (sesuai hadist di atas)
  2. Disejajarkan dalam persaksian dengan malaikat
  3. Menjadi juru bicara untuk membantah para pendosa
  4. Dibukakan pikiran dan mata hati
  5. Lebih utama dari ahli ibadah
  6. Didoakan oleh seluruh penduduk langit dan bumi
  7. Takut kepada Allah Ta’ala
  8. Mengetahui hakikat kehidupan yang sangat banyak dan beragam
  9. Ilmu lebih utama daripada materi


Menuntut ilmu tentunya adalah proses belajar itu sendiri. Namun kadangkala kesibukan dalam kehidupan sehari-hari melalaikan kita dari tuntutan menuntut ilmu. Padahal kebutuhan menuntut ilmu adalah kebutuhan ruh dan akal, sehingga kehidupan kita tak akan seimbang tanpanya.


Para ulama besar menghabiskan seluruh hidupnya untut menuntut ilmu yang bermanfaat untuk kemudian diajarkan kepada umat. Mengetahui bagaimana cara mereka menuntut ilmu adalah sesuatu yang bisa menginspirasi kita agar tak lelah belajar untuk menuntut ilmu.

Berikut beberapa kisah ulama besar dalam menuntut ilmu yang bisa kita teladani :
1.     Imam Malik
Imam Malik hanya menyediakan sedikit waktunya untuk tidur. Beliau pun tak pernah tertidur dalam proses belajarnya.

2.     Imam Syafi’i
Imam Syafi’I membagi waktu malamnya menjadi tiga waktu, yakni sepertiga pertama untuk menulis ilmu, sepertiga yang kedua untuk sholat malam dan sepertiga yang ketiga untuk tidur.

3.     Abu Hurairah
Abu Hurairah dan keluarganya membagi waktu malamnya dengan membaginya menjadi tiga. Bedanya yang dibagi adalah anggota keluarganya menjadi semacam jaga malam bergantian. Mula-mula Abu Hurairah berjaga sambil sholat malam, berdzikir dan menuntut ilmu, dilanjutkan oleh istrinya kemudian oleh putrinya. Dengan demikian tiada satu pun yang berlalu di rumah Abu Hurairah tanpa berlangsung kegiatan menuntut imu dan ibadah kepada Allah.

4.     Ibnu Jabar Ath Thabari
Selama empat puluh tahun dari akhir hidupnya, Ibnu Jabar Ath Thabari mampu menulis sebanyak empat puluh halaman setiap hari yang dikerjakannya sehabis sholat Zuhur menjelang Ashar dimana ide-ide tulisannya diperolehnya pada waktu sholat Shubuh selepas sholat Qiyamul Lail.

5.     Prioritas waktu oleh para ulama salaf
Para ulama salaf memberikan kiat untuk memanfaatkan waktu untuk aktifitas belajar sebagai berikut.
-        Waktu terbaik untuk menghapal adalah waktu sahur sebelum fajar
-        Waktu terbaik untuk meneliti adalah di pagi hari
-        Waktu terbaik untuk menulis di tengah hari
-        Waktu terbaik untuk mengulang dan menelaah adalah di malam hari

Begitu luar biasanya para ulama - ulama besar tersebut dalam memanfaatkan waktu mereka untuk belajar dan mengajarkan serta merelakan waktu tidur yang amat sedikit tentunya karena mereka benar-benar mengharapkan ridha dan cinta Allah yang diberikan kepada orang-orang yang berilmu. Dan bagaimanapun metode belajar yang kita sukai dan bagaimanapun kita membagi waktu untuk beraktifitas sehari – hari, juga apapun status kita, kita wajib dan mutlak untuk menyediakan waktu untuk menuntut ilmu dan tidak membiarkan waktu kita berlalu tanpa adanya penambahan ilmu dan kebaikan di dalamnya.

Marilah kita menyimak pesan seorang ulama besar berikut :

Orang yang melewati satu hari dalam hidupnya tanpa ada suatu hak yang ia tunaikan atau suatu fardhu yang ia lakukan atau kemuliaan yang ia wariskan atau kebaikan yang ia tanamkan atau ilmu yang ia dapatkan, maka ia telah durhaka kepada harinya dan menganiaya terhadap dirinya.
 (Yusuf Al Qaradhawi)



Sumber :
Buku Zero to Hero (Solikhin Abu Izzudin) dan berbagai sumber lainnya

Sumber gambar :
freepik.com
beritalangitan.com
rumahhufazh.or.id
makassartoday.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Menikah karena Cinta

#Inspirasi dari Kak Rimalia (part 2)
Hai..hai...ini dia inspirasi kedua dari kakak saya, kak Rimalia. Kali ini akan membahas tentang landasan pernikahan ya. Yuk langsung aja disantap...

Tahukah Anda, mayoritas pasangan yang menikah akan mengatakan mereka menikah karena saling mencintai. Survei yang dilakukan oleh Pew Research Center di Amerika Serikat pada tahun 2010 menemukan bahwa 93% responden yang sudah menikah mengatakan cinta adalah fondasi utama dari pernikahan. Hasil yang hampir sama juga ditunjukkan oleh responden belum menikah yaitu 84%.Hasil ini mendukung survei yang dilakukan pada tahun 1986 yang menemukan mayoritas pria dan wanita di Amerika Serikat tidak akan menikah jika tidak mencintai pasangannya,
Data-data ini menunjukkan bahwa manusia memandang cinta romantis sebagai alasan utama untuk menikah. Tetapi dalam kenyataannya angka perceraian tak pernah menurun. Sehingga timbul pertanyaan apakah menikah karena cinta adalah keputusan yang tepat?
Aaron Beckyang dikenal sebagai…

Banyak Jalan Berbagi Kebaikan, Banyak Jalan Mendapatkan Kebaikan, Inilah Kebaikan Berbagi Bagi Kita

Kita diciptakan oleh Allah dengan tujuan untuk beribadah kepada-Nya. Dan untuk itu, kita diberikan tuntutan yang sangat jelas melalui kalam-Nya yang termaktub di Al-Quran dan hadist yang diwasiatkan Rasulullah kepada kita. Dan dari perintah mulia tersebut, perintah untuk berbagi adalah salah satu perintah yang diberikan kepada kita. Perintah ini diantaranya terdapat dalam Surat An-Nisa ayat 114, surat Ali Imran ayat 92, surat Al Baqarah ayat 261 dan surat At Thalaq ayat 7.
Berbagi sendiri merupakan salah satu cara paling efektif untuk memperoleh kebahagiaan. Tak tanggung-tanggung, kebahagiaan dunia dan akhirat bisa kita dapatkan sekaligus. Selain itu kita bisa terbebas dari sikap khawatir, memperoleh ketenangan batin, menyucikan hati, terhindar dari sikap kikir yang merugikan dan masih banyak lagi.

Manfaat Berbagi :
Manfaat berbagi ini ternyata telah banyak diteliti oleh para ahli. Dimana dari hasil penelitian - penelitian ini menunjukkan hasil yang hampir sama. Dimana ketika seseorang…

Memelihara Kesetiaan Terhadap Pasangan

#Inspirasi Kak Rimalia – Part 3 (Seri Pernikahan)
Hai..hai, hari ini kita dapetin lagi inspirasi dari kak Rimalia, yang kali ini membahas tentang salah satu hal yang ehm, sangat tidak disukai dalam kehidupan pernikahan. Apa itu? Yup, perselingkuhan. Ternyata perselingkuhan ini banyak lho terjadi di negara kita.  Yuk lanjut agar kita bisa terhindar dari perselingkuhan dan tetap setia dengan pasangan.

Siapapun pasti menghendaki pasangannya setia, dan akan senantiasa mencintai dirinya,hingga maut memisahkan.Terutama para istri, kebahagiaan akan tampak jelas di wajahnya jika mengetahui dengan pasti, bahwa suami yang dinikahinya adalah seorang yang menjunjung tinggi kesetiaan dan konsisten dengan komitmen yang dibuat bersama.
Sebagian istri kadang dihantui kekhawatiran terhadap kesetiaan suaminya. Hal ini disebabkan karena para suami lebih sering keluar rumah untuk mencari nafkah, sehingga peluang untuk melakukan ketidaksetiaan lebih besar.


Berbicara tentang ketidaksetiaan dalam pernikahan seben…