Ini Dia Manfaat Puasa untuk Kesehatan Otak


Counting down-1 hari menuju Ramadhan mulia

Insha Allah pada Jumat ini kita akan mulai melaksanakan puasa Ramadhan ya Temans. Biarpun masih stay at home dan sejumlah perbedaan besar dengan pelaksanaan ibadah puasa seperti pada tahun-tahun selanjutnya, tetapi tak akan mengurangi semangat kita untuk memaksimalkan ibadah di bulan yang sangat mulia ini ya.

Nah, satu hari menjelang puasa ini, yuk kita kulik manfaat puasa bagi otak. Ya, otak. Otak merupakan organ paling vital dalam kehidupan kita. Otak merupakan salah satu organ terbesar dan yang paling kompleks dalam tubuh manusia.


Otak terdiri dari triliunan sel yang bisa menyimpan 1 miliar bit memori atau ingatan, yang setara dengan informasi dari 500 set ensiklopedia lengkap. Bahkan untuk urusan ingatan saja, otak kita memiliki lebih dari 100 miliar neuron (sel saraf) dengan 100 triliun koneksi di antara mereka. Otak tersusun dari sejumlah jaringan pendukung dan 100 miliar lebih sel saraf yang berkomunikasi dalam sistem dengan triliunan koneksi yang disebut sinaps.

Berdasarkan sebuah penelitian, otak kita mampu mengerjakan lebih dari 100 ribu reaksi kimia setiap detiknya. Dimana ada sekitar tiga ribu lebih bahan kimia di dalam otak yang memungkinkan kita bereaksi terhadap berbagai stimulus dari luar tubuh.



Sementara itu, lebih dari lima puluh bahan kimia tersebut berfungsi mengaktivasi daya ingat, sifat agresif dan rasa nyaman juga rileks. Dan sisanya sebanyak 2.950 bahan kimia belum diketahui secara jelas apa saja fungsinya. Hal ini disebut medical science limitations, yang menunjukkan keterbatasan manusia untuk mengungkap semua anugerah Allah terhadap penciptaan manusia dan alam semesta.

Berdasarkan sebuah penelitian dari National Institute of Aging di Baltimore, puasa ternyata dapat meringankan kondisi dan maslaah mental terhadap penderita Alzheimer dan Parkinson. Dengan mengerjakan puasa, otomatis neurotropik akan meningkat dan membantu tubuh untuk memproduksi sel – sel otak baru, yang akan membuat otak berfungsi dengan maksimal. Hal ini bahkan bisa terwujud dengan puasa sunnah Senin dan Kamis. Hal ini akan meningkat dengan berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Puasa juga akan menurunkan hormon kortisol yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal. Penurunan hormon ini akan membuat tingkat stres menurun.



Penelitian lainnya tentang manfaat puasa bagi otak juga ditulis oleh Michael Mosley, penulis buku The Fast Diet. Mosley mengatakan bahwa berpuasa akan melepaskan BNDF atau Brain  Derived Neurotropic Factor yaitu faktor neurotropik yang ada di otak. Saat kita melaksanakan puasa selama satu bulan penuh, plastisis, neurogenesis ndan fungsional kompensasi jaringan otak akan ikut diperbarui. Sehingga membentuk networking atau rute jaringan baru di dalam otak. Hal ini akan membentuk otak yang lebih baik. Secara umum, berpuasa akan meningkatkan daya ingat, mengurangi kematian sel – sel saraf hingga meregenerasi sel – sel otak.

Sumber :
liputan6.com
health.detik.com
doktersehat.com
freepik.com