Langsung ke konten utama

Cara Praktis Menyiapkan Menu untuk Seminggu, Agar Bisa Memaksimalkan Waktu Bersama Keluarga Selama Stay At Home


Siapapun tak menduga jika kita harus menghadapi pandemi Corona di awal tahun angka kembar ini. Semua rencana seolah porak – poranda, kita “dipaksa” berada di rumah, semua sektor terimbas, gerakan hidup sehat terus digaungkan dan gaya hidup pun berubah. 

Salah satu yang paling terasa adalah di sektor perekonomian terutama bagi pekerja dengan penghasilan harian. Mau tak mau kita harus mengencangkan ikat pinggang, menekan pengeluaran disana – sini dan menghemat apa yang bisa dihemat.

Hal ini ditambah pula dengan kewajiban mendadak untuk intens mengajar anak – anak di rumah bagi orangtua yang sebelumnya berfokus pada kegiatan lain. Akibatnya, tidak hanya harus cerdas menyiasati waktu untuk tetap bisa survive secara ekonomi tetapi juga tetap bisa membersamai anak sebagai guru privat.

Nah, saya mau share dikit pengalaman saya selama SAH atau Stay At Home ini. Kalau WFH, sejak anak pertama saya lahir pun, saya memang bekerja di rumah, sehingga tidak banyak yang berubah dari aktivitas ini. Eits, untuk hal ini, ada teman – teman saya yang masih bingung ketika nanyain saya kerja dimana, trus saya jawab, saya kerjanya di rumah. Trus masih nanya lagi, ibu rumah tangga ya? Saya jawab, iya, itu kerjaan utama, kerjaan utama lainnya ya cari duit juga dari rumah, freelancer, penulis, kerja di usaha kuliner, nulis buku bla...bla...bla....
Ups, jadi curcol nih...

Temans, bagi kamu yang kudu urus rumah sambil ngurus anak – anak yang study at home juga, tetap semangat ya. Jangan sampai stress, biar imunitas ga turun. Pastinya yang namanya mama yang kerja di rumah paham benar bahwa mereka ga akan sempat bosan karena aktivitas yang ga ada habis – habisnya, dari bangun tidur hingga tidur lagi.

Nah, biar bisa waktumu bisa berkualitas saat jadi guru privat bagi anak – anak yang ulangan, ujian, latihan harian, setoran hapalan dan sebagainya via online tapi juga kudu beresin rumah, urus pakaian, nyiapan makanan, belanja dan seterusnya dan seterusnya, nah kamu bisa akalin untuk menyiapkan menu selama 1 minggu agar urusan masak ga menyita waktu kamu. Cekidot.

Siapkan daftar menu dan daftar belanja untuk satu minggu
Cara ini selain lebih hemat, juga akan meminimalkan kepusingan kamu dengan berpikir harus masak ini dan itu. Jadi siapkan daftar menu, list belanja plus rencana cadangan jika ternyata bahan makanan kamu habis, hehe.

Siapkan bahan makanan tambahan   
Ini yang kudu ada. Telur, tepung, gula, mie telor, bihun, kacang hijau, kacang merah dan berbagai bahan kering bisa kamu siapkan sebagai tambahan manakala bahan makanan kamu habis.



Masak menu yang bisa disimpan lama
Kita bisa membuat aneka frozen food sehingga bisa menghemat waktu. Sayuran beku seperti mixed jagung, buncis dan wortel juga brokoli. Sosis, bakso, nugget, kulit lumpia, kulit martabak telor, pempek, adalah makanan yang bisa dibekukan dan siap sedia dimasak dalam waktu yang cepat.

Sosis ayam

Nugget tahu ayam yang belum diberi tepung panir

Saya biasanya membuat sosis, nugget, pempek, mixed sayur beku lalu sewaktu – waktu anak – anak meminta nasi goreng sosis, jeng....jeng...jeng...tinggal orak – arik, jadi deh.
Cara ini selain hemat waktu, juga hemat uang. Ya, masak sendiri emang berasa banget untuk menekan pengeluaran. Dan tentunya lebih sehat karena bebas pengawet, perasa, pewarna, lebih bersih juga, pokoknya banyak sekali keuntungannya deh. 


Mixed vegetables beku



Lakukan persiapan dalam satu hari
Daripada capek harus persiapan dan masak setiap hari dengan waktu yang lama, lebih baik jika kamu menyiapkan semuanya dalam satu hari. Yup, satu hari. Belanja di pagi hari, langsung ekseskusi setelahnya. Saya biasa melakukannya ketika paksu alias pak suami libur kerja sehingga bisa bantu jagain anak kami yang masih berusia kurang dari setahun. Berhubung emaknya mau berakrab – akrab ria dengan dapur, jadi dedek harus dijaga orang dewasa. Kalau pas paksu kerja, ada dua abangnya yang yah lumayanlah bisa bantuin jaga walaupun bentar – bentar, tentunya dengan iming – iming dimasakin makanan kesukaan mereka.

Mie goreng sosis pesanan anak - anak

Sate sosis

Jadi setelah belanja, cuci bersih semua perdagingan, langsung dibagi – bagi dalam box – box sesuai peruntukannya.

Daging - dagingan (ayam, ikan, udang)

Bawang, cabe, bumbu – bumbu simpan di tempatnya. Saya juga menyiapkan sambal yang saya tumis hingga matang sempurna sehingga bisa bertahan lama yang tentunya akan digunakan untuk berbagai keperluan. 



Dan jika kulkas kamu sudah penuh dengan berbagai bahan makanan untuk satu minggu dimana sebagian besar telah separuh perjalanan hingga hanya membutuhkan waktu eksekusi yang tidak lama, tentunya kamu bisa memberikan waktu yang berkualitas untuk anak – anak.

Ada begitu banyak hikmah dari pandemi Corona yang kini tengah kita hadapi. Teruslah semangat, selalu berdoa, kencangkan ikat pinggang, berhemat di segala sektor terutama energi dan ubah gaya hidup. Karena kita tidak tahu apa yang menunggu kita di depan. 

Kita tentu berharap semua akan kembali seperti sedia kala, tetapi jangan lengah, pandemi ini adalah sebuah peringatan agar kita tak terlena. Jadi, yuk berhemat dan back to basic dengan menyiapkan segala sesuatunya dari rumah.

Sumber gambar :
Dokumen pribadi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Menikah karena Cinta

#Inspirasi dari Kak Rimalia (part 2)
Hai..hai...ini dia inspirasi kedua dari kakak saya, kak Rimalia. Kali ini akan membahas tentang landasan pernikahan ya. Yuk langsung aja disantap...

Tahukah Anda, mayoritas pasangan yang menikah akan mengatakan mereka menikah karena saling mencintai. Survei yang dilakukan oleh Pew Research Center di Amerika Serikat pada tahun 2010 menemukan bahwa 93% responden yang sudah menikah mengatakan cinta adalah fondasi utama dari pernikahan. Hasil yang hampir sama juga ditunjukkan oleh responden belum menikah yaitu 84%.Hasil ini mendukung survei yang dilakukan pada tahun 1986 yang menemukan mayoritas pria dan wanita di Amerika Serikat tidak akan menikah jika tidak mencintai pasangannya,
Data-data ini menunjukkan bahwa manusia memandang cinta romantis sebagai alasan utama untuk menikah. Tetapi dalam kenyataannya angka perceraian tak pernah menurun. Sehingga timbul pertanyaan apakah menikah karena cinta adalah keputusan yang tepat?
Aaron Beckyang dikenal sebagai…

Banyak Jalan Berbagi Kebaikan, Banyak Jalan Mendapatkan Kebaikan, Inilah Kebaikan Berbagi Bagi Kita

Kita diciptakan oleh Allah dengan tujuan untuk beribadah kepada-Nya. Dan untuk itu, kita diberikan tuntutan yang sangat jelas melalui kalam-Nya yang termaktub di Al-Quran dan hadist yang diwasiatkan Rasulullah kepada kita. Dan dari perintah mulia tersebut, perintah untuk berbagi adalah salah satu perintah yang diberikan kepada kita. Perintah ini diantaranya terdapat dalam Surat An-Nisa ayat 114, surat Ali Imran ayat 92, surat Al Baqarah ayat 261 dan surat At Thalaq ayat 7.
Berbagi sendiri merupakan salah satu cara paling efektif untuk memperoleh kebahagiaan. Tak tanggung-tanggung, kebahagiaan dunia dan akhirat bisa kita dapatkan sekaligus. Selain itu kita bisa terbebas dari sikap khawatir, memperoleh ketenangan batin, menyucikan hati, terhindar dari sikap kikir yang merugikan dan masih banyak lagi.

Manfaat Berbagi :
Manfaat berbagi ini ternyata telah banyak diteliti oleh para ahli. Dimana dari hasil penelitian - penelitian ini menunjukkan hasil yang hampir sama. Dimana ketika seseorang…

Memelihara Kesetiaan Terhadap Pasangan

#Inspirasi Kak Rimalia – Part 3 (Seri Pernikahan)
Hai..hai, hari ini kita dapetin lagi inspirasi dari kak Rimalia, yang kali ini membahas tentang salah satu hal yang ehm, sangat tidak disukai dalam kehidupan pernikahan. Apa itu? Yup, perselingkuhan. Ternyata perselingkuhan ini banyak lho terjadi di negara kita.  Yuk lanjut agar kita bisa terhindar dari perselingkuhan dan tetap setia dengan pasangan.

Siapapun pasti menghendaki pasangannya setia, dan akan senantiasa mencintai dirinya,hingga maut memisahkan.Terutama para istri, kebahagiaan akan tampak jelas di wajahnya jika mengetahui dengan pasti, bahwa suami yang dinikahinya adalah seorang yang menjunjung tinggi kesetiaan dan konsisten dengan komitmen yang dibuat bersama.
Sebagian istri kadang dihantui kekhawatiran terhadap kesetiaan suaminya. Hal ini disebabkan karena para suami lebih sering keluar rumah untuk mencari nafkah, sehingga peluang untuk melakukan ketidaksetiaan lebih besar.


Berbicara tentang ketidaksetiaan dalam pernikahan seben…