Banyak Jalan Berbagi Kebaikan, Banyak Jalan Mendapatkan Kebaikan, Inilah Kebaikan Berbagi Bagi Kita


Kita diciptakan oleh Allah dengan tujuan untuk beribadah kepada-Nya. Dan untuk itu, kita diberikan tuntutan yang sangat jelas melalui kalam-Nya yang termaktub di Al-Quran dan hadist yang diwasiatkan Rasulullah kepada kita. Dan dari perintah mulia tersebut, perintah untuk berbagi adalah salah satu perintah yang diberikan kepada kita. Perintah ini diantaranya terdapat dalam Surat An-Nisa ayat 114, surat Ali Imran ayat 92, surat Al Baqarah ayat 261 dan surat At Thalaq ayat 7.

Berbagi sendiri merupakan salah satu cara paling efektif untuk memperoleh kebahagiaan. Tak tanggung-tanggung, kebahagiaan dunia dan akhirat bisa kita dapatkan sekaligus. Selain itu kita bisa terbebas dari sikap khawatir, memperoleh ketenangan batin, menyucikan hati, terhindar dari sikap kikir yang merugikan dan masih banyak lagi.


Manfaat Berbagi :

Manfaat berbagi ini ternyata telah banyak diteliti oleh para ahli. Dimana dari hasil penelitian - penelitian ini menunjukkan hasil yang hampir sama. Dimana ketika seseorang berbagi, maka otak akan memproduksi hormon yang melahirkan rasa bahagia, memproduksi perasaan positif dan keyakinan bahwa yang kita lakukan adalah benar. Hormon ini juga akan mengurangi stres, meningkatkan fungsi imunitas dan meningkatkan tingkat harapan hidup.

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh The American Journal of Public Health terhadap 800 anak yang duduk di bangku taman kanak-kanak hingga mereka menginjak usia 20 tahun. dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa keberhasilan anak di masa depan cenderung muncul pada anak-anak yang suka menolong dan berbagi dengan temannya sejak balita. Mereka terbukti cepat lulus kuliah dan mempu memiliki pekerjaan penuh pada usia 25 tahun.

Penelitian lain tentang manfaat berbagi bagi kesehatan juga telah dilakukan oleh tim dari University of British Columbia. Mereka menemukan bahwa berbagi bisa memberikan efek pada penurunan tekanan darah seseorang. Penelitian yang melibatkan 128 peserta berusia 40 tahun ke atas ini tercatat memiliki tekanan darah tinggi. Peserta lalu dibagi dalam dua kelompok dan diberikan sejumlah uang. Mereka diberi pilihan untuk menghabiskan sendiri uangnya atau berbagi untuk orang lain.

Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa mereka yang menghabiskan uang untuk orang lain mengalami penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik ketimbang mereka yang menghabiskan uangnya sendiri. Peneliti juga melihat konsep berbagi ini memiliki efek jangka panjang pada penderita darah tinggi. Berbagi terbukti mampu meredakan stres dan membantu beban kehidupan orang lain. Rasa puas karena telah membantu orang lain membuat tekanan darah menjadi stabil dan menghadirkan perasaan tenang dan bahagia.

Sementara menurut National Health Service Choices, seseorang yang memberikan bantuan baik kecil maupun besar kepada orang lain akan merasa gembira dan lebih puas terhadap kehidupannya. Hal senada juga ditunjukkan dari hasil penelitian Rachel Piferi dari John Hopkins University dan Kathleen Lawler dari University of Tennessee pada 2006. Penelitian tersebut menunjukkan manfaat fisiologis dari pemberian dukungan terhadap orang lain, partisipan yang memberikan dukungan cenderung memiliki tekanan darah yang lebih rendah daripada mereka yang tidak melakukannya.

Namun jauh sebelum semua penelitian ini dilakukan, Islam sejak berabad-abad yang lalu telah menganjurkan kita untuk berbagi. Berbagi dalam Islam memiliki sangat banyak keutamaan seperti :

Menolak 70 macam bencana
Dalam salah satu hadistnya, Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wassallam bersabda: “Sedekah dapat menolak 70 macam bencana, yang paling ringan diantara bencana itu adalah penyakit kusta dan sopak.” (HR. Thabrani).
Hadist lain tentang berbagi adalah :  “Hiasilah waktu pagimu dengan sedekah, niscaya bala’ tidak menghampiri.” (at – Targhin wa at – Targhib 2/20,39).

Mendapatkan pahala yang besar
Dalam surat Al Hadid ayat 7, Allah berfirman :
Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” 

Dalam penjelasan tentang ayat ini, Al Qurthubi mengatakan bahwa pada hakikatnya, harta yang ada pada kita adalah milik Allah sehingga menginfakkannya di jalan Allah sama halnya dengan seseorang mengeluarkan harta orang lain dengan seizinnya. Dari situ, ia akan mendapatkan pahala yang melimpah dan amat banyak.

Membukakan pintu rejeki
Hal ini dijelaskan dalam hadist berikut ini :
“Sesungguhnya tidak akan berkurang harta yang disedekahkan, kecuali bertambah dan bertambah.” (HR. Tirmidzi).

Mengobati orang sakit
Rasulullah dalam salah satu hadistnya bersabda :
 “Obatilah orang yang sakit diantara kalian dengan sedekah.” (HR. Thabrani dan Baihaki).

Meredakan kemarahan Allah
Mengurangi kesakitan saat sakaratul maut
Mampu menjadi naungan di hari kiamat

Masya Allah, begitu luar biasanya manfaat berbagi ini. Mengetahui manfaat berbagi dengan bersedekah yang luar biasa akan memotivasi agar kita untuk selalu mampu dan mau berbagi. Saya sendiri sangat bersyukur dilahirkan oleh seorang ibu yang sangat senang berbagi. Keteladanannya menginspirasi saya untuk bisa terus berbagi dengan berbagai cara. Ibu saya sendiri selalu mendapatkan rejeki dalam berbagai bentuk. Saat dia merasa membutuhkan sesuatu, beliau akan bersedekah dan berdoa. Dan pertolongan Allah tersebut langsung datang. Hal ini bukan sekali dua kali terjadi, tetapi sudah seringkali terjadi. Hingga hari ini pun ibu saya selalu terus melakukan kebaikan.



Bagi saya sendiri, berbagi itu juga membutuhkan seni dan kreativitas sehingga aktivitas berbagi menjadi makin menyenangkan. Ada banyak cara yang saya dan keluarga gunakan untuk berbagi melalui sedekah.

Beberapa diantaranya adalah dengan berbagi melalui tulisan saya. Saya menyalurkannya melalui blog, buku dan beberapa tulisan di lini masa. Selain itu saya dan keluarga saya juga menyediakan kotak – kotak yang akan kami isi dengan pakaian layak pakai (umumnya karena pakaian tersebut telah tidak muat lagi) yang nantinya akan kami salurkan misalnya ketika terjadi musibah seperti kebakaran sehingga bisa langsung membantu korban.



Selain itu, kami juga selalu membawa minuman, makanan kecil, permen di motor kami. Dimana ketika di lampu merah, biasanya kami memberikannya kepada penjual koran, penjual tissue, penjual kerupuk dan lain sebagainya. Cara lain yang kami gunakan adalah dengan menyalurkan infaq dari donatur lain yang menitipkannya kepada kami. Hal ini biasanya menjadi rutinitas bulanan dimana saya memiliki kakak yang secara rutin  menitipkannya kepada kami.  Di awal bulan kami juga membelikan beberapa sembako untuk orangtua kami. Tak lupa pula kami menyisihkan makanan untuk kucing – kucing yang sering bertandang ke halaman rumah.

Cara bersedekah lain yang biasanya kami lakukan adalah dengan rutin melakukannya di hari Jumat pagi. Biasanya saya membuka media sosial dan melihat informasi orang – orang yang membutuhkan di laman tersebut. Saya lalu mengisi saldo di salah satu aplikasi saya lalu mengirimkannya ke beberapa penerima manfaat. Jumlahnya memang tak seberapa, tapi bagi kami yang penting adalah konsistensinya. Termasuk pula di Dompet Dhuafa, apalagi kini kita bisa berdonasi mulai dari Rp 10 ribu.

Keluarga kami bukanlah keluarga yang memiliki uang berlimpah. Suami saya adalah karyawan swasta dengan gaji yang ngepas. Sedangkan saya sendiri bekerja di UKM kuliner  sembari menjadi penulis yang memperoleh penghasilan tak tentu setiap bulannya. Dan Alhamdulillah dengan rutin bersedekah dengan berbagai cara, dengan penghasilan yang “terlihat” pas – pas an tersebut, kami tak pernah kekurangan. Bahkan kami tak memiliki hutang.

Selalu saja ada rezeki yang datang dalam berbagai bentuk. Dan hal ini sering kami alami. Misalnya saja ketika ponsel suami saya rusak dan membutuhkan biaya yang lumayan. Tak disangka – sangka ada keluarga jauh yang berkunjung ke rumah dan memberikan kami uang yang bisa digunakan untuk memperbaiki ponsel tersebut. Kami pun sering mendapatkan baju – baju yang masih bagus sehingga kami sangat jarang harus membeli pakaian.

Pernah ketika kami hampir kehabisan beras, tak lama ada saudara yang datang membawakan beras untuk kami. Di lain waktu, tepat setelah saya melakukan rutinitas sedekah Jumat saya, ibu saya yang baru pulang dari bertemu temannya membawakan uang yang dititipkan temannya untuk anak – anak kami. Dan beberapa kali saat kami hampir tak memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan, rejeki langsung datang. Saya juga cukup sering memperoleh  tawaran pekerjaan untuk menulis dan lain sebagainya. Dan yang paling menakjubkan adalah rejeki anak – anak yang sehat dan rumah tangga yang membawa ketenangan di hati.

Kami memang tak bersedekah dengan nilai yang fantastis. Yang paling utama adalah konsistensi dan komitmen untuk mau dan terus bersedekah dengan niat ikhlas dan bertujuan untuk meraih ridha-Nya. Bersedekahlah karena Allah perintahkan agar kita berbuat baik. Dan jika Allah telah ridha, dengan doa dan hanya bergantung kepadanya, akan banyak masalah dalam hidup utamanya berkaitan dengan rejeki akan terselesaikan dengan skenario yang luar biasa dan ajaib. Ditambah pula ketenangan jiwa, rasa cukup dan kebahagiaan yang akan kita rasakan.


Bersyukur pula kami mengenal Dompet Dhuafa. Sebenarnya jauh sebelum saya menikah, saya telah mendengar tentang Dompet Dhuafa, karena saya suka membeli koran Republika. Dulu sebelum berita dan informasi bisa dengan mudah melalui internet, koran dan tabloid merupakan sarana ter-up to date untuk mengetahui sebuah informasi. Nah, Republika ini selalu menjadi sahabat setia saya untuk mendapatkan informasi. Disitu saya mengenal Dompet Dhuafa yang dilahirkan oleh Republika.

Seiring perkembangan waktu, kini Dompet Dhuafa telah berkembang pesat dan memiliki banyak pilihan program. Disini yang membuat saya cinta dengan Dompet Dhuafa. Apalagi lembaga filantropi Islam ini sudah sangat terpercaya sejak bertahun-tahun lamanya. Yup, Dompet Dhuafa bukan pemain baru lagi di bidang pemberdayaan zakat, infaq dan sedekah. Sehingga kredibilitasnya tidak perlu diragukan lagi.

Sejarah singkat Dompet Dhuafa



Dompet Dhuafa berdiri pada tanggal 2 Juli 1993. Mengikuti perjalanan Dompet Dhuafa yang kini hampir berusia 27 tahun bukanlah sebuah cerita yang singkat. Dalam perjalanannya, ada begitu banyak cerita, perjuangan dan harapan yang akan terus dibagikan kepada mereka yang membutuhkan. Tercatat dalam perjalanan ini, Dompet Dhuafa yang lahir dari Republika dimana Republika lahir berkat ICMI telah mencatatkan lebih dari Rp 2,66 Triliun dana publik yang dikelola dengan alokasi penyaluran yang mencapai 90% dan penerima manfaat mencapai 19,3 juta jiwa (Catatan sejarah saat milad Dompet Dhuafa ke-26).

Dompet Dhuafa hadir dengan membawa sebuah fenomena baru. Ia mampu menjadi lembaga zakat yang mengubah mindset pengelolaan dana umat yang biasanya dilakukan dengan cara tradisional menjadi profesional. Selain itu, Dompet Dhuafa juga mengerjakan pengelolaan dana publik secara penuh waktu dimana saat itu lembaga zakat yang ada kebanyakan hanya melakukannya secara paruh waktu.

Kini Dompet Dhuafa telah mencapai ke pelosok nusantara. Bahkan hingga ke lima benua. Mendapatkan banyak penghargaan atas dedikasinya, Dompet Dhuafa tidak hanya sebuah lembaga penyaluran zakat biasa melainkan sebuah adalah sebuah the living company atau the living organization.



Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan ini, aktivitas berbagi menjadi sarana yang paling tepat. Karena jaminan Allah akan pahala yang berlipat-lipat gandanya. Dompet Dhuafa ini memiliki lebih dari 130 program yang bisa kita pilih. Program-program ini dibagi atas lima pilar :

PENDIDIKAN
Beasiswa Etos
Beasiswa Bakti Nusa
Sekolah Literasi Indonesia
Makmal Pendidikan
Smart Ekselensia

EKONOMI
Karya Masyarakat Mandiri
Grant Making
Klaster Pertanian Indonesia Berdaya
Institut Kemandirian

KESEHATAN
RS Rumah Sehat Terpadu
RS AKA MEDIKA Sri Bhawono
Klinik Gratis untuk Dhuafa
RS Mata Ahmad Wardi Serang
RS Lancang Kuning Riau
RS Sayyidah, Jakarta Timur
  
SOSIAL BUDAYA
Barzah, Layanan Ambulans Jenazah Gratis
Layanan Mustahik

DAKWAH
Dai Nusantara
Dai Ambassador
Pesantren Mualaf Indonesia

Untuk mengetahui program lengkap yang dimiliki oleh Dompet Dhuafa, baca Program Lengkap Dompet Dhuafa

Dan ini beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa :

Program Desa Tangguh

Program Ibu Tangguh

Dompet Dhuafa Gandeng MPPA dalam Program Donasi Pelanggan serta Penguatan Dayamart

Untuk bisa menyalurkan donasi, caranya juga sangat mudah. Kita bisa langsung transfer ke rekening donasi yang tersedia, pilih programnya dan konfirmasi. Seperti ini :



 Kamu bisa langsung berdonasi disini : Mudah Berdonasi di Dompet Dhuafa

Saat ini kita juga sedang berjuang menghadapi penyebaran virus Corona yang sangat masif. Sejumlah sektor terdampak. Terutama di sektor ekonomi yang telah mengakibatkan puluhan ribu orang kehilangan pekerjaan mereka. Sementara jutaan lainnya mengalami penurunan penghasilan. Dompet Dhuafa juga ikut membantu melalui program “1000 Paket Sembako, Program Cegah Tangkal Corona Untuk Dhuafa”.


Masih banyak saudara kita di luar sana yang membutuhkan uluran tangan kita. BPS mencatat terdapat sejumlah 24,79 juta orang miskin per September 2019 di Indonesia. Dan bersamaan dengan hadirnya pandemi corona yang telah meluluhlantahkan hampir seluruh sektor di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia, jumlah ini diyakini bertambah dengan signifikan.

Walaupun kondisi kita sendiri tidak berkelimpahan, kita masih bisa terus berbagi kebaikan dengan sesama. Kuncinya adalah keyakinan terhadap janji Allah dan istiqomah atau konsisten dalam melakukannya. Jadilah bagian dari hamba-Nya yang selalu bahagia dengan berbagi karena kebaikan sekecil apapun akan kembali kepada kita. Banyak jalan melakukan kebaikan, banyak jalan pula untuk mendapatkan kebaikan. 





“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”


Sumber :
Dokumen pribadi