CORONA, ANTARA KETAKUTAN HAKIKI DAN TEROR YANG MEMBUNCAH



Kasus infeksi Corona memang baru terdeteksi sejak Desember 2019 lalu. Walaupun masih tergolong baru alias newbie di dunia pervirusan, namun kehadirannya mampu memporakporandakan  sistem sebuah negara adidaya dan kemudian menyebar ke berbagai negara di dunia. Serangannya yang masif, seolah tanpa henti memborbardir dan tidak memberi ruang sejenak bagi para ahli untuk menemukan dan menguak misteri tentang kehadirannya.
Virus Corona (selanjutnya disebut Corona saja dalam artikel ini) tidak hanya menjadi trending topic di berbagai media baik offline maupun online, Corona juga menebarkan teror dan menyisakan ketakutan di benak jutaan manusia di sebuah negara, di sebuah belahan dunia yang namanya telah menjadi sebuah ancaman baru bagi sendi – sendi kehidupan di dunia, negeri Tiongkok yang merupakan negeri dengan penduduk terbesar di dunia.


Menyaksikan kota – kota di China yang bak kota hantu karena tidak adanya aktivitas penduduk di luar rumah serta diisolasinya negeri ini, penjemputan WNA dari negara masing – masing hingga pemulangan warga negara China dari berbagai negara telah mengusik sisi terdalam dari sebuah nilai tentang kehidupan itu sendiri.

Saya teringat filmnya Oppa Gong Yoo yang berjudul Train To Bussan yang menceritakan tentang teror zombie yang meluluhlantakkan seluruh kota di negara Korea Selatan dan juga sebuah film yang dibintangi Brad Pitt, salah satu aktor yang banyak dari filmnya memberikan kesan mendalam di benak saya. Film World War Z yang dirilis pada tahun 2013 ini  juga menceritakan tentang serangan Zombie dan upaya Gerry Lane (nama tokoh yang diperankan Brad Pitt di film ini) untuk menyelamatkan keluarganya. Cerita diakhiri dengan ditemukannya cara untuk mengatasi serangan zombie ini yakni dengan mengkamuflase manusia sehat yang seolah dibikin sakit sehingga zombie enggan menggigit. Karena para zombie rupanya hanya memilih induk yang sehat. Di film – film ini diceritakan bagaimana para tokoh utama berjuang untuk menyelamatkan diri dan keluarganya dan berupaya untuk terus bertahan hidup.


Tentu saja film tentang zombie banyak dirilis dengan versi cerita yang berbeda – beda. Terlepas dari fakta tersendiri tentang zombie tersebut. Zombie sendiri sering digambarkan sebagai mayat hidup yang menyerang, menggigit korban dan korbannya lalu berubah menjadi zombie juga. Dan ini adalah film. Film yang memiliki puncak konflik dan penyelesaian masalah. Seperti ditemukannya cara mengatasi zombie dan sebagainya.
Sementara Corona adalah sebuah kenyataan. Corona yang menginfeksi bagai serangan zombie ini hingga kini belum ditemukan penangkalnya. Hal inilah yang kemudian menghadirkan begitu banyak hikmah dan pembelajaran, tidak hanya bagi mereka yang terinfeksi maupun dekat dengan lingkungan tersebut tapi juga bagi seluruh manusia di muka bumi ini.




Pelajaran penting dari Corona :


1.     Pahami makna kehidupan

Negara China menganut paham komunis. Yang artinya mereka adalah manusia yang tidak mengakui keberadaan Tuhan. Hajat hidup mereka memang ditanggung oleh negara dan demikian pula dengan kehidupan mereka, adalah milik negara.
Dengan sistem ini, sulit bagi mereka untuk memahami tentang esensi kehidupan yang diajarkan di dalam agama. Bahwa ada kehidupan setelah mati, kiamat, tentang manusia hidup untuk beribadah kepada-Nya, bahwa kita akan mendapat balasan atas perbuatan baik atau buruk setelah kematian, tentang Surga dan Neraka dan masih banyak lagi.
Dengan pemahaman ini, umat yang beragama dan memahami agamanya dengan baik akan sangat menghargai kehidupan karena mengetahui akan ada balasan bagi perbuatan selama di dunia. Termasuk menghindari perbuatan ujub, sombong dan takabbur.
Pemerintah China telah mengklaim bahwa negara mereka merupakan bangsa yang tak tergoyahkan. Padahal dari berbagai kisah dalam kehidupan, kita telah belajar bahwa kesombongan adalah penghancur tercepat dan tak akan masuk Surga seseorang yang masih memiliki kesombongan di dalam dirinya.
Namun tak dinyana, Corona, sebuah makhluk kecil, yang hanya bisa terlihat dengan mikroskop di laboratorium telah menghancurkan semua kesombongan tersebut.


2.     Menyiapkan kematian dengan baik

Kematian bisa terjadi kapan saja, dimana saja. Kita semua yang bernyawa akan mengalami kematian. Bagi kita umat beragama yang mempercayai Allah dan meyakini pertemuan dengan-Nya, kematian merupakan gerbang menuju kehidupan akhirat yang kekal. Dan kita pastinya berharap bisa masuk ke Surga-Nya.
Sementara bagi mereka yang tidak mengakui Tuhan, saya juga tidak tahu bagaimana konsep mereka tentang kematian. Apakah mereka menganggap tubuh orang yang mati akan terurai  menjadi materi tak kasat mata lalu menyatu dengan alam. Atau yang mati ya mati saja, tanpa dibangkitkan. Entahlah, yang pasti kematian itu sendiri begitu menakutkan karena dengan kematian artinya adanya perpisahan dengan yang hidup, perpisahan dengan dunia dan jika hidupnya di dunia menyenangkan, maka kematian akan merenggut kesenangan itu, perpisahan dengan mereka yang dicintai. Hal ini menjadi momok yang sangat menakutkan. Dan Corona menghadirkan itu semua.
Maka kita umat yang memiliki agama harus bersyukur karena kita memiliki iman di dalam hati, memiliki Allah yang menjadi tujuan utama kita.


3.     Kembali ke anjuran agama untuk hidup dengan sehat dan bersih

Kebersihan adalah bagian dari keimanan dan Allah sangat menyukai keindahan. Umat beragama pasti paham tentang bagaimana agama menuntun kita untuk selalu menjaga kebersihan, memilih makanan yang baik dan halal, membersihkan rumah kita dari kotoran dan najis karena kita sholat di dalamnya dan aktivitas lainnya yang sesuai tuntunan agama.
Dan penduduk di negeri Tirai Bambu yang terserang Corona diminta mempraktekkan apa yang telah menjadi kebiasaan kita. Mereka harus menjaga kebersihan tubuh, memakan makanan yang dimasak, rajin mencuci tangan dan seterusnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona yang begitu menakutkan. Andai mereka bisa hidup dengan bersih dan sehat seperti yang diajarkan agama, bisa jadi Corona akan sulit menyebar di negara tersebut.

Corona membuat kita sadar tentang pentingnya hidup sesuai tuntunan agama. Corona menyentak kita bahwa kekuatan besar bisa mudah dihancurkan dengan hanya satu serangan virus kecil tak kasat mata. Semua itu terjadi jika Allah telah berkehendak. Dan tiada daya upaya selain daripada kehendak-Nya.
Lantas, mengapa Corona begitu menakutkan? Jawabannya karena Corona telah menyentil ketakutan terbesar manusia, yaitu kematian dan perpisahan. Corona bagai malaikat maut yang membayangi di pelupuk mata.
Kematian adalah sebuah kepastian. Tetapi ikhtiar untuk tetap hidup sehat dan meninggal dengan cara yang baik harus kita lakukan. Kini saatnya kita meneruskan kebiasaan baik untuk terus hidup sehat, seperti juga termaktub dalam anjuran negara yang disebut dengan Germas atau Gerakan Masyarakat Sehat. Disini masyarakat diminta untuk memulai gerakan hidup sehat mulai dari lingkungan keluarga terkecil hingga diharapkan nanti seluruh masyarakat akan melakukan gerakan ini untuk kemudian memiliki fisik yang sehat, tahan menghadapi berbagai serangan penyakit.


 Corona masih terus menyisakan misteri yang belum terpecahkan. Oleh karenanya, teruslah berdoa dan berikhtiar agar kita, keluarga kita dan negara ini tidak mengalami serangan virus mematikan ini dan kita bisa terus menjadi manusia yang sehat, baik jiwa, mental dan fisik hingga bisa memaksimalkan tujuan penciptaan kita di muka bumi yakni untuk beribadah kepada-Nya.

  
Tulisan ini merupakan kontribusi kegiatan Komunitas Blogger Jambi (KBJ) untuk membantu menyebarluaskan informasi terkait Virus Corona”

Sumber :