PEREMPUAN DI PERSIMPANGAN FAJAR


Pagi merangsak suarakan lara
Sayup nafas bercampur dengkur mengalun parau
bercampur derik azan seolah mengalunkan lagu nina bobo
berpasang mata masih terlelap dalam buaian
enggan terpicing walau sejenak

Namun
Sesosok raga mengayuh kerikil
memikul harap lewati jalan-jalan tak bertuan
Dia…
Perempuan di persimpangan fajar
Langkahnya suarakan doa tak terputus
Mengais detik demi detik untuk
sebuah kehidupan
Selalu dan selalu sama
Tiada pernah harapkan lebih
Jangankan kemewahan
Raganya pun hanya terisi penyambung hidup
dan keinginan untuk terus bertahan
untuk sang buah hati
yang menunggu dalam setia

Namun
syukur selalu terlantun lewat bibir yang mengering
kepada tiap receh yang didapat
dari perniagaan sepetak modal
Dia…
Perempuan di persimpangan fajar
Lusuh raganya mengayuh asa
Untuk sesuatu yang bernama cinta



*Sebuah puisi dari kumpulan yang terserak