Langsung ke konten utama

Manfaat Puasa Untuk Kesehatan Mental Dengan Pengendalian Gaya Hidup Yang Berlebihan



Sumber : finansial.com


Kemajuan teknologi yang berbanding lurus dengan kehidupan modern memberikan dua dampak bagi kita yang hidup di dalamnya. Dampak positif manakala kita bisa memanfaatkan teknologi untuk peningkatan kualitas kehidupan kita. Dan dampak negatif manakala kemajuan teknologi justru menurunkan kualitas kehidupan kita. Cepatnya perubahan teknologi dan gaya hidup modern bagi mereka yang tak mampu mengimbanginya akan memberi tekanan yang lama – kelamaan bahkan bisa berujung ke sakit mental dan masalah kesehatan lainnya.

Setiap hari otak diborbardir dengan berbagai informasi yang bertubi – tubi. Banyak diantara informasi tersebut justru menghancurleburkan diri seseorang bagai bakteri dan virus jahat yang menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang. Para peneliti bahkan menemukan bahwa penyakit gangguan jiwa telah menjadi faktor utama yang mempengaruhi kehidupan seseorang. Dalam banyak hal, gangguan mental adalah peradangan yang terjadi dalam tubuh yang jika membesar kasusnya akan menyebabkan tingkat kerusakan yang parah. Beberapa penyakit seperti jantung, diabetes, schizophrenia, depresi, autis dan kegeliasahan diduga terjadi karena adanya peradangan di dalam tubuh.

Ilustrasi Hedonisme
Sumber : ilmudasar.com

Salah satu gaya hidup modern yang bisa menghancurkan diri seseorang adalah sifat hedonisme. Kata hedonisme berasal dari bahasa Yunani yang bisa diartikan sebagai cara pandang yang menganggap bahwa orang akan bahagia dengan mencari kesenangan sebanyak mungkin. Faktor internal seperti tidak adanya rasa puas dengan kehidupan dan faktor eksternal termasuk tuntutan gaya hidup modern telah menyuburkan hedonisme di kalangan masyarakat. Jika hedonisme telah menjadi suatu pandangan yang mengarah ke negatif, maka mereka yang memiliki pandangan ini akan cenderung lebih egois, tidak memiliki empati terhadap lingkungan sosial, berusaha mencapai kesenangan dengan segala cara, melakukan pembenaran terhadap apa yang mereka lakukan walaupun bertentangan dengan agama dan norma hingga melakukan berbagai cara untuk mencapai kesenangan mereka walaupun dengan cara yang merugikan.

Kini hedonisme di era modern lebih diartikan sebagai perilaku konsumtif atau konsumerisme yang berdampak buruk bagi pelakunya. Sebagian besar pelakunya demi mendapatkan pengakuan atas eksistensinya rela melakukan banyak cara agar terlihat “wah”.  Terbiasa hidup mudah, kehadiran media sosial yang memberikan penawaran benda – benda yang sebenarnya tidak dibutuhkan, pergaulan dengan kalangan sejenis dan banyaknya akses keuangan yang bisa memberikan pinjaman dengan cara yang mudah adalah beberapa faktor yang membuat hedonisme tumbuh subur. Jika diteruskan, pelakunya akan terjerumus kepada paham terlalu mencintai dunia, takut akan kematian dan penyakit kejiwaan yang berbahaya.


Sumber : islampos.com

Puasa merupakan cara yang sangat efektif untuk mengatasi penyakit mental ini. Inti dari puasa adalah pengendalian dan menahan diri dari hal – hal yang dilarang oleh Allah. Berperilaku konsumtif adalah bagian dari kemubaziran yang merupakan tingkah laku setan yang terkutuk. Hakikat berpuasa tidak hanya sebatas fisik yakni menahan makan dan minum saja. Inti terbesar dari puasa adalah penaklukan hawa nafsu yang melenakan dari urusan akhirat.
Puasa memberikan pengaruh positif terhadap psikologis seseorang seperti emosi, performansi dan perilaku. Puasa adalah sarana untuk melatih kesabaran, mengendalikan emosi negatif, melatih rasa empati dan mengurangi sifat sombong dalam diri seseorang. Puasa adalah sarana latihan untuk mampu mengendalikan diri sehingga mampu melawan godaan dunia yang menyilaukan.

Hasilnya adalah kebahagiaan yang hakiki di sisi Allah. Gaya hidup hedonis pada dasarnya adalah untuk mencari kebahagiaan. Tetapi dengan cara yang salah. Puasa yang benar, memberikan hasil tersebut dengan kedekatan dengan Allah dan mendapatkan berbagai ganjaran kebaikan dari Allah termasuk di dalamnya kebahagiaan nan sejati. 


Sumber :
health.detik.com
cermati.com
pijarpsikologi.org

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Menikah karena Cinta

#Inspirasi dari Kak Rimalia (part 2)
Hai..hai...ini dia inspirasi kedua dari kakak saya, kak Rimalia. Kali ini akan membahas tentang landasan pernikahan ya. Yuk langsung aja disantap...

Tahukah Anda, mayoritas pasangan yang menikah akan mengatakan mereka menikah karena saling mencintai. Survei yang dilakukan oleh Pew Research Center di Amerika Serikat pada tahun 2010 menemukan bahwa 93% responden yang sudah menikah mengatakan cinta adalah fondasi utama dari pernikahan. Hasil yang hampir sama juga ditunjukkan oleh responden belum menikah yaitu 84%.Hasil ini mendukung survei yang dilakukan pada tahun 1986 yang menemukan mayoritas pria dan wanita di Amerika Serikat tidak akan menikah jika tidak mencintai pasangannya,
Data-data ini menunjukkan bahwa manusia memandang cinta romantis sebagai alasan utama untuk menikah. Tetapi dalam kenyataannya angka perceraian tak pernah menurun. Sehingga timbul pertanyaan apakah menikah karena cinta adalah keputusan yang tepat?
Aaron Beckyang dikenal sebagai…

Banyak Jalan Berbagi Kebaikan, Banyak Jalan Mendapatkan Kebaikan, Inilah Kebaikan Berbagi Bagi Kita

Kita diciptakan oleh Allah dengan tujuan untuk beribadah kepada-Nya. Dan untuk itu, kita diberikan tuntutan yang sangat jelas melalui kalam-Nya yang termaktub di Al-Quran dan hadist yang diwasiatkan Rasulullah kepada kita. Dan dari perintah mulia tersebut, perintah untuk berbagi adalah salah satu perintah yang diberikan kepada kita. Perintah ini diantaranya terdapat dalam Surat An-Nisa ayat 114, surat Ali Imran ayat 92, surat Al Baqarah ayat 261 dan surat At Thalaq ayat 7.
Berbagi sendiri merupakan salah satu cara paling efektif untuk memperoleh kebahagiaan. Tak tanggung-tanggung, kebahagiaan dunia dan akhirat bisa kita dapatkan sekaligus. Selain itu kita bisa terbebas dari sikap khawatir, memperoleh ketenangan batin, menyucikan hati, terhindar dari sikap kikir yang merugikan dan masih banyak lagi.

Manfaat Berbagi :
Manfaat berbagi ini ternyata telah banyak diteliti oleh para ahli. Dimana dari hasil penelitian - penelitian ini menunjukkan hasil yang hampir sama. Dimana ketika seseorang…

Memelihara Kesetiaan Terhadap Pasangan

#Inspirasi Kak Rimalia – Part 3 (Seri Pernikahan)
Hai..hai, hari ini kita dapetin lagi inspirasi dari kak Rimalia, yang kali ini membahas tentang salah satu hal yang ehm, sangat tidak disukai dalam kehidupan pernikahan. Apa itu? Yup, perselingkuhan. Ternyata perselingkuhan ini banyak lho terjadi di negara kita.  Yuk lanjut agar kita bisa terhindar dari perselingkuhan dan tetap setia dengan pasangan.

Siapapun pasti menghendaki pasangannya setia, dan akan senantiasa mencintai dirinya,hingga maut memisahkan.Terutama para istri, kebahagiaan akan tampak jelas di wajahnya jika mengetahui dengan pasti, bahwa suami yang dinikahinya adalah seorang yang menjunjung tinggi kesetiaan dan konsisten dengan komitmen yang dibuat bersama.
Sebagian istri kadang dihantui kekhawatiran terhadap kesetiaan suaminya. Hal ini disebabkan karena para suami lebih sering keluar rumah untuk mencari nafkah, sehingga peluang untuk melakukan ketidaksetiaan lebih besar.


Berbicara tentang ketidaksetiaan dalam pernikahan seben…