Keajaiban Puasa Untuk Kesehatan Dengan Membangun Kebiasaan Berpikir Positif




Berpikir positif bisa didefinisikan sebagai cara pandang dalam melihat dan menyikapi segala sesuatu dari sudut pandang yang lebih baik. Beberapa manfaat dari berpikir positif adalah memerangi depresi, memperkuat sistem imun tubuh dan meningkatkan usia harapan hidup, mengalahkan berbagai penyakit, mengatasi stres dengan lebih baik dan menjadikan kita lebih tangguh.

Sebuah studi pada tahun 2003 yang dipublikasikan di New York Times menyatakan bahwa berpikir negatif, lawan dari berpikir positif akan melemahkan respon kekebalan tubuh terhadap flu. Hal ini terjadi karena aktivitas listrik yang besar di bagian otak saat seseorang berpikir negatif dan melemahkan respon imun terhadap flu yang diukur dengan antibodi tubuhnya.

Menurut Psych Central, sebuah jaringan sosial kesehatan mental yang dioperasikan oleh kesehatan mental profesional, menemukan bahwa orang – orang yang lebih optimis akan memiliki sel – sel kekebalan tubuh yang lebih baik, lebih cepat pulih dari operasi dan dapat mengatasi berbagai penyakit serius dengan lebih baik.


Penelitian lain tentang berpikir positif juga menemukan bahwa orang yang optimis dapat mengatasi kekecewaan yang mereka hadapi dengan lebih baik dan berfokus pada hal – hal yang justru membuat kondisi diri mereka lebih baik. Penelitian juga menemukan bahwa di tengah krisis, pikiran dan emosi positif akan  mendorong perkembangan dan memberikan tameng terhadap depresi. Dengan memelihara emosi positif, bahkan ketika menghadapi peristiwa mengerikan, orang bisa menuai manfaat baik jangka pendek maupun jangka panjang, termasuk mengelola tingkat stres, mengurangi depresi, dan membangun kemampuan untuk pulih yang dapat sangat bermanfaat di masa depan.

Dalam sebuah penelitian lain yang dilakukan oleh Ohio State University College, pasangan yang bahagia dalam pernikahannya memiliki sel – sel imum yang lebih baik dari pasangan yang bertengkar. Artikel yang berjudul Emotion and Immune System yang dimuat oleh jurnal Healing and the Mind menyebutkan bahwa stres, marah, perasaan terluka, kesedihan, pesimis, kesendirian, memendam perasaan, kurang tidur dan lingkungan yang berisik dapat menyebabkan turunnya daya tahan tubuh.



Untuk membiasakan diri untuk mengembangkan untuk terbiasa berpikir positif, kita dapat melakukannya dengan puasa. Ketika kita berpuasa, kita dituntut untuk melakukan pengendalian diri. Pengendalian diri dengan menahan apa yang dilarang oleh Allah dan melakukan perintah-Nya. Dengan melakukan hal tersebut, hubungan komunikasi psikososial dengan Allah akan meningkat dan membaik. Hal ini akan melahirkan rasa optimisme dan membiasakan diri untuk mampu berpikir positif, karena apapun yang terjadi, semua adalah kehendak Allah dan seburuk apapun kondisi yang terjadi, ada Allah sebagai tempat bergantung. Dengan terbentuknya pola pikir positif, keikhlasan pun akan terbentuk. Keikhlasan akan mengantarkan kita untuk mampu menerima setiap kondisi dan selalu memiliki harapan untuk masa depannya. Hal ini juga akan membuat seseorang berjuang untuk kehidupannya yang lebih baik dengan cara – cara yang baik pula. Serta selalu berserah diri kepada Allah. Sehingga puasa akan melahirkan pikiran positif yang menguatkan diri, mendapatkan manfaat kesehatan dan peningkatan kualitas kehidupan. 

Sumber :
hellosehat.com
dianplantstation.wordpress.com
gelombangotak.com