IBU




Ibu,
Mengingatmu mendamparkanku pada sebuah pencarian
Pencarian akan kehangatan belaian kasihmu
Dan tulus cinta yang senantiasa terpancar dari sorot matamu yang teduh

Ibu,
Saat kehampaan menderaku
Saat kepedihan menamparku dan saat sendiri menyelimutiku
Kau merengkuhku dalam pelukmu
Dan megalirkan ketenangan
Menembus seluruh sisi batinku

Ibu,
Saat terjatuh dalam proses perjalanan pendewasaanku
Kau raih tanganku dan mengajakku bangkit
Tuk kembali melanjutkan citaku
Dan saat terluka, bahumu selalu ada untuk jadi sandaranku
Dan saat bahagia kuraih
Senyum tulusmu tak harapkan pamrih

Tiada sedikitpun rasa bosan menghinggapmu ‘tuk mencintaku

Ikhlas warnai kasihmu
Walau aku tak selalu ada di dekatmu
waktu kau butuhkanku atau saat kau terluka

Ibu,
Dalam munajat panjangmu
Selalu tersebut namaku walau
Kadang tersirat saat terlupa ku mendoakanmu
Ibu,
Ribuan untaian kata tak mampu gantikan terima kasihku
Hamparan panjang budiku tak mampu balas cintamu
Hanya harap pintaku agar bahagia menyertamu
Dalam sisa usia yang terulur
Agar senyum senantiasa menghias harimu
Dan terkabul doa – doamu

 *Sebuah puisi dari kumpulan yang terserak